PENGUNJUNGA YANG BAIK HATI, SILAHKAN KUNJUNGI IKLAN KAMI, SIAPA TAU ANDA BERMINT

Friday, 12 August 2011

PENGGUNAAN ANALISIS RENTABILITAS SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA KEUANGAN PADA CV. ...........

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Untuk tujuan pengendalian internal dan untuk menyiapkan dengan lebih baik modal yang akan digunakan dalam kaitannya dengan kondisi keuangan dan prestasi perusahaan maka manajer perusahaan menggunakan analisisi atas laporan keuangan perusahaan, analisis manajemen perusahaan sangat berkaitan dengan keinginan manajemen untuk merencanakan dan mengendalikan keuangan perusahaan secara efektif. Untuk perencanaan dimasa yang akan datang, manajemen harus merencanakan posisi keuangan perusahaan saat ini dan mengevaluasi kesempatan yang berkaitan dengan posisi keuangan perusahaan saat ini.
Dalam menganalisis laporan keuangan maka media yang dipakai adalah laporan keuangan itu sendiri yang terdiri dari neraca, perhitungan rugi-laba, dan laporan arus kas. Alat yang sering digunakan untuk menganalisis keuangan perusahaan adalah rasio keuangan atau indeks yang berkaitan dengan dua buah atau lebih data keuangan. Keuntungan dari menggunakan rasio ini adalah dengan cara ini akan mendapatkan suatu perbandingan yang mungkin membuktikan suatu yang lebih berguna dari pada hanya melihat jumlahnya. Rasio keuangan terdiri dari lima tipe, yaitu, rasio likuiditas, rentabilitas, laverage keuangan (utang, laverage aktivitas) sebetulnya rasio-rasio tersebut dibutuhkan untuk melihat kondisi dan prestasi keuangan perusahaan yang lebih besar.
Dalam kaitan dengan efisiensi dan efektivitas keuangan penggunaan modal oleh perusahaan dikaitkan dengan pencapaiakn laba maka rasio yang digunakan adalah rasio rentabilitas, rasio ini lebih berbicara mengenai penjualan yang dikaitkan dengan aktivitas operasi perusahaan atau untuk lebih mudah dipahami rasio ini sebenarnya menunjukan kemampuan laba perusahaan.
Berdasarakan gambaran latar belakang di atas jelaslah bahwa analisis rasio keuangan perusahaan terkhusus rasio rentabilitas adalah sangat penting bagi perusahaan, karena berkaitan dengan keputusan-keputusan manajemen dalam mengendalikan dana perusahaan secara efisien dan sekaligus untuk menilai prestasi keuangan pada periode tertentu. Idealnya memang demikian tetapi Sayangnya banyak perusahaan tidak terlalu mengetahui dan memahami manfaat dari penggunaan analisis keuangan perusahaan, sehingga kecenderungan yang sering nampak atas pengunaan keuangan perusahaan adalah kurang tetap dan bukan atas dasar analisis yang matang.
CV. Eugenius, sebuah perusahaan kecil yang bergerak dibidang jasa Kontraktor dan Leveransir yang juga memilki masalah klasik seperti yang telah di jelaskan di atas, yakni belum dapat menggunakan analisis rasio rentabilitas sebagai alat pengukur kinerja keuangan perusahaan, ini dibuktikan dengan keterangan manajemen perusahaan bahwa mereka hanya mengetahui bagaimana mendapatkan dana untuk pendanaan proyek-proyek yang ditangani serta mendapatkan keuntungan dari proyek-proyek tersebut.
Dengan menyimak pentingnya analisis rasio keuangan perusahaam, terutama rasio rentabilitas, maka perlulah dilakukan suatu penelitian yang lebih mendalam mengenai kondisi keuangan perusahaan dilihat dari rasio rentabilitas, yang pada nantinya hasil studi tersebut dapat berguna bagi pihak-pihak yang memiliki kepentingan dengan hasil kajian tersebut.
Berdasarkan paparan pokok pikiran yang melatarbelakangi penelitian ini maka penulis tertarik melakukan penelitian lanjutan dibawah ini dengan judul “PENGGUNAAN ANALISIS RENTABILITAS SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA KEUANGAN PADA CV. ...........”.

B. Permasalahan
Dengan mengacu pada gambaran latar belakang maka yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah Kinerja keuangan CV.E.............. Dilihat Dari Rasio Rentabilitas”.

C. Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan penelitian adalah “Untuk Mengetahui Kinerja keuangan CV.............. Dilihat Dari Rasio Rentabilitas”.

D. Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan penelitian ini dilakukan sebagai berikut :
1. Penelitian ini merupakan sumbangan pemikiran dari penulis bagi pihak perusahaan sehingga dapat dijadikan sebagai sumber informasi dalam upayan pengambilan kebijakan perusahaan.
2. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi penelitian sejenis dengan objek yang sama dimasa yang akan datang.






BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi Laporan Keuangan
Pengertian laporan keuangan menurut Baridwan (1997:2) mendifinisikan bahwa :
“Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari suatu proses pencatatan yang merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan. Laporan keuangan ini dikuat oleh manajemen dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya oleh para pemilik perusahaan. Agar pembaca laporan keuangan memperoleh gambaran yang jelas, maka laporan keuangan yang disusun harus didasarkan pada prinsip-prinsip akuntansi yang lazim digunakan”.
Data keuangan yang dipergunakan untuk analisis keuangan, diambil dari laporan-laporan keuangan yang pokok, yaitu neraca dan laporan rugi laba adalah sebagai berikut, dimana :
1. Neraca adalah laporan keuangan yang melaporkan jumlah kekayaan, kewajiban keuangan dan modal sendiri kepada, perusahaan pada waktu tertentu (Husnan 2000 : 36)
2. Laporan rugi laba adalah menunjukan pendapatan dari penjualan, berbagai biaya yang diperoleh perusahaan selama periode tertentu (Husnan 2000:37)
Supaya para pengguna laporan keuangan memperoleh gambaran yang jelas, maka laporan keuangan yang disusun harus didasarkan pada prinsip-prinsip akuntansi yang lazim. Pnnsip-prinsip Akuntansi ini menurut pendapat Baridwan (1992: 87) bahwa pengertian laporan keuangan meliputi;
a. Neraca yaitu laporan yang menunjukkan keadaan keuangan suatu perusahaan pada tanggal tertentu
b. Laporan Rugi/Laba yaitu laporan yang menunjukkan hasil usaha dan biaya-biaya selama suatu periode akuntansi.
c. Laporan Perubahan Modal yaitu laporan yang menunjukkan sebab-sebab perubahan modal dari jumlah pada awal periode menjadi jumlah modal pada akhir periode.
d. Laporan Perubahan Posisi Keuangan (Statement of changes in Financial Position) yaitu menunjukkan arus dana dan perubahan-perubahar, dalam posisi keuangan selama tahun buku yang bersangkutan.
Menurut Subroto (1991: 29-40) memberikan ketegasan bahwa, laporan kodisi keuangan adalah salah satu laporan dan keuangan yang memberikan informasi tentang posisi keuangan perusahaan suatu saat tertentu, Posisi keuangan tersebut adalah keadaan harta, hutang, dan modal dari perusahaan. Laporan perubahan posisi keuangan yang disebut juga laporan sumber dan penggunaan dana adalah merupakan suatu laporan yang disusun dengan tujuan:
a. Mengikhtisarkan aktivitas pembiayaan dan investasi suatu perusahaan, termasuk seberapa jauh perusahaan tersebut telah menghasilkan dana dana sisa selama periode yang bersangkutan.
b. Untuk melengkapi pengungkapan mengenai perubahan dalam posisi keuangan selama periode tersebut.
Untuk lebih dapat menggambarkan secara jelas sifat dan perkembangan perubahan yang dialami perusahaan dari waktu ke waktu, sangat dianjurkan perusahaan menyusun laporan komparatif, setidaknya untuk dua tahun terakhir. Laporan komparatif menurut Munawir (1990: 37) adalah laporan keuangan yang membandingkan antara satu periode dengan periode lainnya sehingga dapat diketahui terjadinya perubahan dan perkembangan elemen-elemen yang ada pada laporan keuangan".

B. Kegunaan Laporan Keuangan
Pembuatan sebuah laporan keuangan sudah tentu didasari oleh aspek kegunaannya pada pihak-pihak yang membutuhkan, yang kemudian diidentifikasikan oleh Halim (1997 : 4) adalah :
a. Investor
Penanaman modal berrisiko dan penasehat mereka berkepentingan dengan resiko yang melekat serta hasil pengembangan dan investasi yang mereka lakukan. Mereka membutuhkan informasi untuk membantu menentukan, apakah harus membeli, menahan, atau menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar deviden.
b. Karyawan
Karyawan dan kelompok-kelompok yang mewakili mereka tertarik pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan. Mereka juga tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun dan kesempatan kerja.
c. Kreditor
Pemberi pinjaman tertarik dengan informasi keuangna yang memungkinkan mereka untuk memeutuskan pakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo.
d. Sipplier dan Kreditor Usaha Lainnya
Pemasok dan kreditor lainnya tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang tertuang akan dibayar pada saat jatuh tempo. Kreditor usaha berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yang lebih pendek dari pada pemberi pinjaman kecuali kalau sebagian pelanggan utama, mereka tergantung pada kelangsungan hidup perusahaan.
e. Pemerintah
Pemerintah dan berbagai lembaga yang berada di bawah kekuasaanya berkepentingan dengan alokasi sumber daya dan karena itu berkepentingan dengan aktivitas perusahaan, menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya.
f. Masyarakat
Perusahaan mempengaruhi anggota masyarakat dalam berbagai cara, misalnya perusahaan dapat memberikan kontribusi berarti pada perekonomian nasional, termasuk jumlah orang yang dipekerjakan dan perlindungan kepada penanaman modal domestik. Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta aktivitasnya.

C. Analisa Rasio Keuangan
Menurut Keown (2001:108), menyatakan bahwa rasio keuangan adalah alat utama untuk menganalisis keuangan. Rasio dapat menstandarisasi informasi keuangan yang dapat dipakai sebagai alat perbandingan antar perusahaan dengan ukuran yang berbeda. Ada dua kelompok yang menganggap rasio keuangan berguna :
a. Manajer yang menggunakan fokus untuk mengukur dan melacak kinerja perusahaan sepanjang waktu. Fokus utama dan analisa mereka sering berkaitan dengan berbagai ukuran profitabilitas yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan dan sudut pandang pemilik.
b. Para analis yang merupakan pihak eksternal bagi perusahaan contohnya petugas memberikan pinjaman dari bank komersial yang ingin menentukan kelayakan kredit si pemohon pinjaman. Disini analis lebih ditekankan pada sejarah penggunaan utang oleh perusahaan serta kemampuannya untuk membayar bunga dan pokok pinjamannya.

D. Bentuk Rasio Keuangan
Munawir (2002:82-98), mengatakan bahwa terdapat dua jenis atau teknik analisis informasi keuangan yang biasa digunakan yaitu : teknik analisis cross section dan analisis time series. Analisis rasio yang dapat diterapkan pada kedua jenis atau teknik analisis tersebut. Cross sectional ratio analys adalah analisa rasio dengan membandingkan antar informasi atau data untuk satu periode, kemudian hasilnya dibandingkan dengan rasio pembandingan antara lain rasio pada perusahaan sejanis atau rasio rata-rata industri. Time series atau trend ratio analys adalah analisa rasio keuangan untuk beberapa periode sehingga akan terlihat prestasi perusahaan tersebut cenderung meningkat, menurun ataui cenderung konstan dalam beberapa periode tersebut. Analys time series trends dalam rasio keuangan merupakan teknik analis lain yang sering digunakan dalam analisis program keuangan.
Analisis rasio sangat bermanfaat bagi manajemen untuk perencanaan dan pengevaluasi prestasi atau kinerja (performance) perusahannya bila dibandingkan dengan rata-rata industri, sedangkan bagi para kreditor dapat digunakan untuk memperkirakan potensi resiko yang akan dihadapai dikaitkan dengan adanya jaminan kelangsungan pembayaran bunga dan pengembalian pokok pinjamanya. Analisis rasio juga bermanfaat bagi para investor dalam mengevaluasi nilai saham dan adanya jaminan atas keamanan dana yang akan ditanamkan pada suatu perusahaan. Dengan demikian, analisis rasio keuangan dapat diterapkan atau digunakan pada setiap modal analisis, baik model yang digunakan oleh manajemen untuk pengembalian keputusan jangka pendek maupun jangka panjang, peningkatan efisiensi dan efektifitas operasi, serta untuk mengevaluasi dan meningkatkan kinerja (corporate financial manajement model), model yang digunakan oleh para investor dalam rangka pengambilan keputusan memberi atau menolak kredit (bank lending deciosion making model), maupun model yang digunakan oleh para investor dalam rangka pengambilan keputusan investasi pada sekuritas (portofolio selction model).
Puluhan rasio dihitung dari satu set laporan keuangan, namun para analisis laporan keuangan akan memilih satu set rasio yag favorit, yaitu rasio-rasio yang relevan dengan model analisis atau investigasi yang akan dilakukan. Rasio keuangan pada dasarnya dapat dikelompokan menjadi empat katergori :
1. Untuk keperluan pengukuran kinerja keuangan secara menyeluruh (overall measures)
2. Untuk keperluan pengukuran profitabilitas atau rentabilitas yaitu kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan dari operasinya (profitability measure)
3. Untuk keperluan pengujian investasi (tes if investment utilization) dan
4. Untuk keperluan pengujian kondisi keuangan, antara lain tentang tingkat likuiditas dan sovabilitas (test of financial condition).

Berkaitan dengan persoalan yang dikemukakan oleh Munawir tentang kepentingan-kepentingan analisis rasio bagi berbagai pihak maka Sartono (2001:114-125), mengatakan bahwa tidak ada satu analisa rasio yang dapat menjawab semua kepentingan tersebut, dengan demikian untuk menjawabnya dikembangkan empat kelompok rasio keuangan yaitu :

1. Rasio Likuiditas, yang menunjukan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial yang berjangka pendek tepat pada waktunya.
2. Rasio aktivitas, menunjukan sejauhmana efisiensi perusahaan dalam manggunakan assets untuk memperoleh penjualan.
3. Financial Leverge ratio, menunjukan kapasitas perusahaan untuk memenuhi kewajiban baik itu jangka pendek maupun jangka panjang
4. Rasio profitabilitas, dapat dikukur seberapa besar kemampuan perusahaan memperoleh laba baik dalam hubungannya dalam penjualan, assets maupun laba bagi modal sendiri.

E. Analisa Keuangan Perusahaan
Kondisi keuanga perusahaah perlu diketahui oleh pihak-pihak yang berkepentingan atas perkembangan perusahaan. Kondisi keuangna perusahaan akan dapat diketahui melalui hasil analisa terhadap laporan keuangan.
Menurut Abdullah (2004:36), analisa keuangan perusahaan merupakan kajian secara kritis, sistematis, dan metodologis terhadap laporan keuangan untuk mengetahui kondisi keuangan baik pada waktu yang telah berlalu maupun prediksi waktu yang akan datang.
Adapun pihak-pihak yang berkepentingan dengan hasil analisa keuangan perusahaan menurut Abdullan (2004:36-37), meliputi :
1. Pemilik perusahaan, pemilik berkepentingan terhadap hasil analisa guna mengetahui sejauhmana keberhasilan maupun kegagalan manajeman perusahaan yang tercerin lewat kinerja keuangannya terutama tingkat pencapaian laba perusahaan.
2. Pihak Kreditor, dalam hal ini bank dan instansi pembiayaan lainnya, dapat menilai kemampuan perasaan dalam melunai hutang-hutangnya dan dari hasil penilaiannya dapat dijadikan dasar dalam pemberian kredit.
3. Pihak Investor sebagai pihak-pihak yang menanamkan modalnya pada perusahaan mengharapkan kemampuan perusahaan dalam hal tingkat pengendalian dari jumlah investasi yang ditanamkan.
4. Pihak Pekerja, hasil analisa memberikan informasi keuangan yang mencerminkan keuangan perusahaan dalam membayar kewajiban eksternal maupun internal (berhubungan dengan pembiayaan rutin, termasuk membayar gaji pekerja)

F. Konsep-Konsep Rentabilitas
Rentabilitas sebenarnya merupakan tambahan prestasi perusahaan dalam mengelola dana yang ditanam didalam perusahaan, baik itu dana dari luar maupun dana dari dalam perusahaan sendiri. Rentabilitas digunakan untuk mengukur tingkat efektivitas dan efisiensi pengelolaan modal didalam perusahaan.
Beberapa ahli manajemen keuangan bersauah menyampaikan konsep atau pengertian rentabilitas kepada para pengguna, diantaranya seperti yang disampaikan oleh beberapa ahli sebagai berikut :
Menurut Sartono (2001:124), berpendapat bahwa, rentabilitas merupakan kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, todal aktiva maupun modal sendiri.
Pendapat dari Subagyo dan Kawan-kawan (2002 :107), menyebtukan bahwa, rentabilitas menunjukan kemampuan perusahan dalam menghasilkan laba.
Sementara oleh Waston dan Brigham (1996:57). Disebutkan bahwa rentabilitas menunjukan tingkat efektivitas manajemen seperti yang ditunjukan laba atau profit yang dihasilkan dari penjualan da dari pendapatan yang dihasilkan oleh sejumlah investasi yang ditanamkan.
Pendapat yang lebih konserfatif disampaikah oleh Munawir (1990:33) rentabilitas atau profitability menunjukan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu. Rentabilitas suatu perusahaan diukur dengan kesuksesan perusahaan menggunakan aktivanya secara produktif. Dengan demikian rentabillitas suatu perusahaan dapat diketahui dengan memperbandingkan antara laba yang diperoleh dalam suatu periode dengan jumlah aktiva atau jumlah modal perusahaan tersebut.
Dengan demikian maka dari pendapat beberapa ahli diatas dapat diambil intisarinya bahwa, renabilitas adalah kemampuan perusahaan menghasilkan sejumlah laba tertentu dengan menggunakan modal tertentu dario aktifitas perusahaan tersebut. Oleh karena itu bila semakin baik rentabilitas dari suatu perusahaan maka perusahaan semakin efektif dalam penggunaan modalnya.

G. Jenis Rentabilitas
Ada dua jenis rentabilitas yang sering digunakan perusahaan, yaitu :
1. Rentabilitas Ekonomi
Riyanto (1998:36)mengatakan bahwa, Rentabilitas ekonomi adalah perbandingan antara laba usaha dengan modal sendiri dan modal asing yang dipergunakan untuk menghasilkan laba tersebut dan dinyatakan dalam prosentase. Oleh karena pengertian rentabilitas sering digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan modal didala suatu perusahaan, maka rentabilitas ekonomi sering pula dimaksudkan sebagai kemampuan suatu perusahaan dengan seluruh modal yang bekerja didalamnya untuk menghasilkan laba.
Modal yang diperhitungkan untuk menghitung rentabilitas ekonomi hanyalah modal yang bekerja didalam perusahaan (operating capital/assets) dengan demikian maka modal yang ditanamkan dalam perusahaan lain atau modal yang ditanamkan didalam efek tidak diperhitungkan dalam menghitung rentabilitas ekonomi. Demikian pula laba yang dipergunakan untuk menghitung rentabilitas hanyalah laba yang dari operasi perusahaan, yaitu yang disebut dengan laba usaha (net operating income). Dengan demikian maka yang diperoleh dari usaha-usaha diluar perusahaan atau dari efek tidak diperhitungkan dalam menghitung rentabilitas eknomi.
Bagi perusahaan pada umumnya masalah rentabilitas adalah lebih penting dari pada masalah laba, karena laba yang besar saja belumlah merupakan ukuran bahwa perusahaan telah dapat bekerja dengan efisien.
Dengan demikian maka yang harus diperhatikan oleh perusahaan adalah tidak hanya bagaiman usaha untuk memperbesar laba, tetapi yang lebih penting adalah usaha untuk mempertinggi rentabilitasnya.
Menurut Alwi (1998:44), rentabilitas ekonomi yaitu membandingkan laba yang diperoleh perusahaan dengan seluruh modalnya, baik modal sendiri maupun modal asing. Dalam menghitung rentabilitas eknomi ini modal sendiri dan modal asing tidak diadakan perbedaan dan dianggap sebagai suatu kesatuan. Dengan cara ini akan mendapatkan gambaran efisiensi suatu perusahan sebagai keseluruhan. Selain itu laba yang dipakai sebagai dasar menghitung tingkat rentabilitas ini adalah laba sebelum dikurangi pajak persero dan bunga modal asing atau pinjaman, hal ini disebabkan larena besarnya pajak persero tidak dipengaruhi efisiensi atau tidak jalannya perusahaan tapi lebih dipengaruhi oleh besar-kecilnya laba yang diperoleh.
2. Rentabilitas Modal Sendiri
Menurut Riyanto (1998:44), “Rentabilitas usaha adalah perbandingan antara jumlah laba yang tersedia bagi pemilik modal sendiri di satu pihak dengan jumlah modal sendiri yang menghasilkan laba tersebut dilain pihak atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa rentabilitas modal sendiri adalah kemampuan suatu keuntungan. Laba yang diperhitungkan untuk menghitung rentabilitas modal sendiri adalah laba usaha setelah dikurangi untuk menghitung rentabilitas modal sendiri laba usaha setalah dikurangi dengan bunga modal asing dan pajak perseroan”.

H. Pengertian Rasio Rentabilitas
Banyak pengertian rentabilitas yang didefinisikan oleh para pakar ekonom sebagai upaya perusahaan dengan kemampuannya untuk memperoleh laba, antara lain sebagai berikut :
Menurut Munawir (2000:33), Rentabilitas atau Profitability adalah menunjukan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu dan kemampuan menggunakan aktivanya secara produktif. Dengan demikian laba yang diperoleh dalam suatu periode dengan jumlah aktiva atau jumlah modal perusahaan tersebut.
Menurut Riyanto (1998:35), Rentabilitas adalah menunjukan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Dengan kata lain rentabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu.
Menurut Hartono (1991:265), Rentabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk mencapai laba.
Menurut Djahidin (1992:82), Rentabilitas adalah rasio yang dipergunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan usaha.
Dari beberapa pengertian tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa rentabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan dalam menggunakan aktivanya secara produktif guna memperoleh laba sehingga semakin adanya penggunaan aktiva secara efektif dan efisien.
Dengan demikian rentabilitas erat hubungan dengan perolehan laba perusahaan, sedangkan laba perusahaan dipengaruhi oleh tingkat penjualan dan besar kecilnya biaya-biaya perusahaan.
1. Rasio Pengukuran Rentabilitas
Beberapa rasio untuk mengukur profit yang diperoleh dari modal-modal yang digunakan untuk operasi perusahaan (rentabilitas) atau mengukur kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan, dapat penulis sampaikan sebagaimana penjelasan yang dinyantakan Munawir dalam tulisannya antara lain :
a. Ratio Operating Income dengan Operating Assets
Profitability adalah suatu perusahaan dapat diukur dengan menghubungkan antara keuntungan atau laba yang diperoleh dari kegiatan pokok perusahaan dengan kekayaan atau assets yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan tersebut (operating assets)
Yang dimaksud dengan operating assets adalah semua aktiva kecuali investasi jangka panjang dan aktiva-aktiva lain yang tidak digunakan dalam kegiatan atau usaha memperoleh penghasilan yang rutin atau usaha pokok perusahaan (Munawir 2000:86)
Rasio ini akan menecerminkan keuntungan yang diperoleh tanpa mengingat darimana sumber modalnya dan menunjukan tingkat efisiensi perusahaan dalam melaksanakan opeasi sehari-hari.
Untuk mempertajam hasil analisa maka sebaiknya rasio ini dihubungkan dengan tingkat perputaran (turnover) dari aktiva yang digunakan tersebut serta operating margin rationya.
b. Turn Over dari Operating Assets
Menurut Munawri (2000:88) Turn Over dari Operating assets yaitu antara jumlah aktiva yang digunakan dalam operasi (operasi assets) terhadap jumlah penjualan yang diperoleh selama periode tersebut. Rasio ini merupakan ukuran seberapa jauh aktiva ini telah dipergunakan didalam kegiatan perusahaan atau menunjukan beberapa kali operating assets berputar dalam suatu periode tertentu. Suatu trend angka rasio yang cenderung naik memberikan gambaran bahwa perusahaan semakin efisien dalam menggunakan aktiva.
c. Return On Investment
Sebutan lain untuk rasio ini adalah net operating profit rate of return atau operating eaming power. Besarnya return of onvestment dipengaruhi oleh dua faktor yaitu :
2. Turn over dari operating asssets, yaitu tingkat perputaran aktiva yang digunakan untuk operasi.
3. Profit margin, yaitu besarnya keuntungan operasi yang dinyatakan dalam presentase dan jumlah penjualan bersih. Profit margin ini mengukur tingkat keuntungan yang dapat dicapai oleh perusahaan dihubungkan dengan penjualan (Munawir 2000:89).
Pada dasarnya setiap perusahaan menginginkan agar modal yang ditanamkan dalam perusahaan dapat berjalan dengan lancar dan cepat perputarannya.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi Rentabilitas
Secara teoritis, faktor-faktor yang mempengaruhi naik turunya rentabilitas ekonomi (eaming power) adalah sebagai berikut :
a. Profit Margin On Sales
Profit marign on sales merupakan ukuran dari keuntungan uang dicapai oleh perusahaan pada satu periode tertentu dimana profit margin adalah perbandingan antara Net Operating Income dengan Net Sales yang dianyatakan dalam prosentase. (Nitisemito 1991:65).
b. Turn Over Operating Assets
Turn Over of Operating Assets merupakan tingkat perputaran akitva usaha dalam suatu periode tertentu. (Riyanto 2001:37).

I. Analisa Rasio Keuangan
Dengan melakukan analisa hubungan dari beberapa pos dalam laporan keuangan perusahaan maka hal ini merupakan dasar untuk dapat menginterpretasikan kondisi keuangan dan hasil operasi suatu perusahaan.
Untuk menginterpretasikan laporan keuangan perlu adanya standar atau ukuran tertentu Ukuran yang sering digunakan dalam analiasa keuangan adalah analisis rasio. Suatu rasio mengungkapkan hubungan matematika antara jumlah dengan jumlah lainnya atau perbandingan antara suatu pos dengan pos lainnya.
Menurut Sartono (2001: 113) analisis keuangan vans mencakup analisa laporan keuangan, analisis kelernahaan dan kekuatan di bidang finansial akan sangat membantu dalam menilai prestasi manajemen masa lalu dan prospekma di masa datang. Rasio tersebut dapat memberikan indikasi apakah perusahaan memiliki kas yang cukup untuk memenuhi kewajiban finansialnya, besarnya piutang yang cukup rasional, efisiensi manajemen persediaan, perencanaan pengeluaran investasi vans baik, dan struktur modal yang sehat sehingga tujuan memaksimalkan kemakmuran pemegang saham dapat dicapai..
Untuk melakukan analisis ini dapat dengan cara membandingkan prestasi satu periode dengan periode sebelumnya sehingga diketahui kecenderungan selama periode tertentu. Selain itu dapat pula dilakukan dengan cara membandingkan dengan perusahaan sejenis dalam industri itu sehingga dapat diketahui bagaimana posisi perusahaan dalam tmbstri.
Selanjutnya Munawir (2000:65) mengatakan bahwa, rasio adalah merupakan teknik analisa laporan keuangan yang pacing banyak digunakan untuk mengetahui keadaan keuangan suatu perusahaan. Rasio merupakan alat analisis yang dapat memberikan jalan keluar dan mengambarkan simpton (gejela-gejala yang tampak) dari suatu perusahaan. Dengan menggunakan analisa rasio dimungkinkan untuk dapat menentukan tingkat likuiditas, solvabilitas, keefektifan operasi serta derajat keuntungan, suatu perusahaan (profitabilitas).
Pendapat yang sama juga disampaikan oleh Keown (2001: 108) yang mengatakan bahwa, rasio keuangan adalah, alat utama untuk menganalisis keuangan. Rasio dapat menstandarisasi informasi keuangan yang capai dipakai sebagai alat pembandingan antar perusahaan dengan ukuran yang berbeda. Ada dua kelompok yang menganggap rasio keuangan berguna:
a. Manager, yang menggunakan untuk mengukur dan melacak kinerja perusahaan sepanjang waktu. Fokus utama dan analisis para manajer sering berkaitan dengan berbagai ukuran profitabilitas yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan dan sudut pandang pemilik.
b. Para analis, yang merupakan pihak eksternal bagi perusahaan. Contohnya petugas memberikan pinjaman dari bank komersial yang ingin menentukan kelayakan kredit dari pemohon kredit. Disini analisis lebih ditekankan pada sejarah penggunaan utang oleh perusahaan serta kemampuannya untuk membayar bunga dari pokok pinjamannya.
1. Macam-Macam Rasio
Menurut Munawir (2000: 68) rasio dapat digolongkan menjadi 3 (tiga) macam angka rasio yaitu:
a. Rasio Neraca (Balance sheet ratio) adalah rasio-rasio yang disusun dan data yang berasal dari neraca, misalnya current rasio, quick rasio (acid test ratio), cash ratio dan Iain-lain.
b. Rasio Laporan Rugi/Laba (Income statement ratio) adalah rasio-rasio yang disusun dari data yang berasal dari laporan rugi/laba. misalnya gross profil margin, net profil margin.
c. Rasio Antar Laporan (Interstatement ratio) adalah rasio-rasio yang disusun dan data yang berasal dari neraca dan laporan rugi laba, misalnya perputaran piutang, perputaran persediaan dan sebagainya.
Sedangkan menurut Safaruddin (1980: 38) angka rasio keuangan dapat digolongkan dalam 4 macam rasio, yaitu:
e. Rasio likuiditas (liquidity ratio), yang mengukur kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban finansial jangka pendek (short term debt).
f. Rasio leverage (/average ratio) yang menyangkut jaminan yang mengukur kemampuan yang dimiliki perusahaan untuk membayar hutang bila suatu saat dilikuidasikan, atau dengan arti lain, mengukur seberapa jauh perusahaan difinansir oleh pihak luar (kreditur).
g. Rasio profitabilitas (profitability ratio atau aitabilictivity ratio), yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menggunakan dana yang tersedia yang tercermin dalam perputaran modalnya
Macam rasio point a dan b disebut juga sebagai balance sheet ratio atau rasio neraca, macam rasio point c dikenal pula dengan istilah interstatement ratio, sedangkan macam rasio point d adalah income statement ratio.
d. Ratio Rentabilitas
Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Yang termasuk dalam rasio ini adalah :
1) Gross Margin Ratio
Yaitu perbandingan antara laba kotor yang dicapai perusahaan terhadap jumiah penjualan pada suatu periode.



2) Rate of ROI
Yaitu perbandingan antara laba bersih sebelum pajak dengan total aktiva perusahaan pada suatu periode, atau dapat dirumuskan sebagai berikut:

Dengan rasio ini akan dapat diukur berapa persentase keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan atas penggunaan aktiva pada suatu periode.
3) Net Rate of ROI
Yaitu untuk menunjukkan perbandingan antara laba bersih setelah pajak dengan total aktiva perusahaan atau menunjukkan besarnya laba bersih setelah pajak yang diperoleh atas penggunaan aktiva perusahaan. Yang dapat dirumuskan sebagai berikut :

ROI (Return of Invesment) menunjukkan beberapa laba yang dihasilkan atas investasi yang dilakukan.
J. Kerangka Pikir
Alur pikir penuilis tentang bagaimana analaisis kinerja keuangan perusahaan, CV.Eugenius dilihat dari rasio rentabilitas dapat dilihat pada gambar kerangka pikir berikut ini:




Gambar 1










K. Hipotesis
Dari gambaran latar belakang dan sesuai dengan landasan teori yang telah disampaikan maka hipotesis yang digagaskan untuk menjawab sementara masalah penelitian adalah “Diduga kinerja keuangan CV............. dari rasio rentabilitas semakin menurun ”.




BAB III
METODE PENELITIAN

A. Tempat dan waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada CV................, dengan waktu penelitian selama satu bulan terhitung mulai tanggal 13 Januari sampai dengan 13 Februari 2008.

B. Jenis dan Sumber Data
1. Jenis Data
a. Data kuantitatif yaitu data yang diperoleh dalam bentuk angka berupa laporan-laporan dan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan masalah yang teliti.
b. Data Kualitatif yaitu data yang diperoleh dalam bentuk tulisan berupa gambaran umum dan informasi lisan yang menyangkut kebijakan yang ditempuh oleh manajemen CV.Eugenius.
2. Sumber Data
a. Data Primer adalah data yang diperolah melalui wawancara dengan pemilik CV.Eugenius
b. Data Sekunder adalah data yang diperoleh dari dokumen-dokumen yang ada hubungannya dengan laporan-laporan keuangan CV.Eugenius.

C. Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data seperti yang telah disebutkan diatas, maka teknikk pengumpulan data yang digunakan adalah :
1. Field Research atau studi lapangan
Studi ini dilakukan secara langsung ke lapangan untuk pengambilan data pada objek penelitian. Disamping itu data juga diperoleh melalui wawancara dengan pihak-pihak yang dengan masalah yang diteliti.
2. Library Research atau studi pustaka
Studi ini atau penelitian yang dilakukan dengan membaca dan mempelajari literatur-literatur atau landasan teori yang ada kaitannya dengan pembahasan ini.

D. Teknik Analisa Data
Untuk memecahkan persoalan penelitian danmenguji kebenaran hipotesis, maka penulis menggunakan teknik analisis data yaitu analisis rasio rentabilitas sebagaimana disampaikan oleh Abdullah (2004 : 54 – 57) antaral lain :
e. Ratio Rentabilitas
Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Yang termasuk dalam rasio ini adalah :
1) Gross Margin Ratio
Yaitu perbandingan antara laba kotor yang dicapai perusahaan terhadap jumlah penjualan pada suatu periode.


2) Rate of ROI
Yaitu perbandingan antara laba bersih sebelum pajak dengan total aktiva perusahaan pada suatu periode, atau dapat dirumuskan sebagai berikut:

Dengan rasio ini akan dapat diukur berapa persentase keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan atas penggunaan aktiva pada suatu periode.
3) Net Rate of ROI
Yaitu untuk menunjukkan perbandingan antara laba bersih setelah pajak dengan total aktiva perusahaan atau menunjukkan besarnya laba bersih setelah pajak yang diperoleh atas penggunaan aktiva perusahaan. Yang dapat dirumuskan sebagai berikut :


ROI (Return of Invesment) menunjukkan beberapa laba yang dihasilkan atas investasi yang dilakukan.

E. Definisi Operasional
Selanjutnya untuk mencegah jangan sampai terjadi pembiasan terhadap penelitian ini atau salah interprestasi bagi para pembaca, maka penulis mencoba mendefenisikan beberapa variabel penting disesuaikan dengan konteks penelitian ini dalam rumusan defenisi operasional sebagai berikut :
1. Laporan keuangan berisikan beberapa hal. pertama adalah neraca yang tak lain merupakan ringkasan aktiva, kewajiban dan ekuitas pemilik pada suatu titik tertentu, biasanya pada akhir tahun atau kuartai tertentu. Selanjutnya laporan Rugi Laba yang terdiri dari penghasilan dan biaya perusahaan pada periode waktu tertentu, biasanya untuk suatu tahun atau tiap tiga bulan. Dalam penelitian ini diambil laporan keuangan (Neraca dan Laporan Rugi/Laba) dari CV.EUGENIUS dari periode tahun 2004 s.d. tahun 2006.
2. Rentabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan dalam menggunakan aktivanya secara produktif guna memperoleh laba sehingga tercermin adanya penggunaan aktiva secara efisien. Dalam penelitian yang diteliti adalah bagaimana kemampuan laban CV.EUGENIUS selama periode penelitian.

No comments:

Post a Comment