Tuesday, 5 October 2010

SKRIPSI STRATEGI PENJUALAN JASA NIRKABEL PADA PT. TELKOM KANDATEL PAPUA DI JAYAPURA

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk atau yang secara umum lebih dikenal dengan sebutan PT. TELKOM, memiliki tanggung jawab guna melaksanakan pembangunan bidang telekomunikasi dan juga melayani pemakai jasa telekomunikasi secara umum melalui cakupan pelayanannya diberbagai unit bisnis produk yang lasim di sektor telekomunikasi Indonesia. Sehingga dari rentetan pengalaman dan perolehan pendapatan dari hasil usaha perusahaan hingga saat ini telah banyak pengaaman menarik dan pengalaman pahit yang sudah mengenyam dalam tubuh perusahaan umurnya dapat menyamai usia negeri ini. Hal mana mengantarkan PT. TELKOM ke perjalanan panjang menjemput era globalisasi yang sedang merambah perkembangan dunia terahir, menuju kompetisi yang menjanjikan suatu perkembangan teknologi mutakhir di abad nuklir yang membuat umat manusia menyaksikan betapa menakjubkan hasil ciptaan tangan-tangan kreatif telah melahirkan fenomena teknologi dan peradaban dunia menuju akhir jaman nan menakjubkan ini.
Sejak tahun 1993 kompetisi dibidang teknologi telekomunikasi telah dikumandangkan, yakni dengan telah diijinkannya beberapa perusahaan swasta untuk ikut berkiprah dan mengelola teknologi telekomunikasi secara bersama-sama dengan menawarkan beraneka produk telkom yang bervariasi mulai dari model, kemasan, system dan kemudahan teknologi kepada masyarakat luas seturut dengan perkembangan teknologi yang semakin berkembang, baik dari bentuk pasar dan target jasa yang ditawarkan membuat masyarakat pemakai menentukan pilihan seturut dengan pemahamannya. Dengan demikian maka tawaran jasa teknologi telekomunikasi yang merambah dunia dengan berbagai fasilitas yang sangat mudah serta serba instant inilah maka masyarakat luas telah memilih untuk memakai produk-produk yang ditawarkan oleh perusahaan pilihan mereka. Ketika tawaran yang menggiurkan untuk menorah dunia maya dibidang telekomunikasi ini merebak para pemakai jasa maupun pelanggan dimasing-masing competitor dengan berbagai jaminan kenikmatan tersendiri, maka pebisnis telekomunikasi seperti PT. TELKOM, dan Telkom Group sudah tidak bisa tinggal diam lagi, namun masing-masing pengelola jasa telekomunikasi dengan batasan produk jasanya di pasar tadi. Maka dari upaya pelayanan yang serba didominasikan, diharapkan pendapatan maupun revenue yang tinggi bagi kinerja perusahaan itu sendiri.
Maka upaya demi upaya dilakukan untuk menggenjot pasar masing-masing, alhasil di suatu pertandingan pasti ada pihak yang menang dan ada yang kalah. Begitu juga pasar jasa telekomunikasi ini juga telah membentuk segmen pasar yang persaingannya semakin tinggi dengan segala resiko harus dilalui guna mempertahankan dan memenangkan pesaingan pasar. Dari persaingan yang besar ini maka sudah barang tentu pihak yang lemah akan terlindas dan mati, sedangkan pihak ataupun perusahaan yang kuat dan mampulah saja yang akan hidup dan bertahan.
Namun thema yang akan penulis angkat sebagai judul pada penulisan ilmiah ini adalah tentang upaya-upaya perusahaan (PT. TELKOM Kandatel Papua) dalam rangka menjaga bahkan lebihnya akan memuaskan hati pengguna/pelanggan jasa telekomunikasi yang ada di segmen pasarnya
Dengan demikian maka jasa yang ditawakan oleh PT. Telkompun sudah sewajarnya dipersiapkan sebegitu rupa sehingga dapat menarik perhatian pemakai/pelanggan, dipertahankan pasar dengan meningkatkan system pelayanan dengan menampilkan produk-produk yang baru dan memiliki fasilitas (finer) tambahan yang lebih diminati oleh pelangggan maupun pemakai, dengan demikian maka surplus dari pemasaran ini dapat menjamin kelangsungan peningkatan pendapatan perusahaan terhadap kompetitor yang sedang beruapaya merebut pasar yang ada.
Upaya kerja keras disertai penggunaan system manajemen yang baik dan benar sajalah yang akan menolong PT. Telkom Kandatel Papua guna tetap bertahan dan memperoleh pendapatan yang signifikan dari pasar yang kini telah menjadi rebutan beberapa pesaing telekomunikasi di negeri ini yang selalu menjadi ancaman dan pesaing bagi PT. Telkom secara keseluruhan di bumi Nusantara yang sedang bergelut dengan perkembangan pasar teknologi yang semakin tinggi.
Maka didalam persaingan yang semakin ketat antara perusahaan sejenis dewasa ini, menuntut kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai tambah yang dapat mendukung produk-produk yang ditawarkannya, sebab sekalipun produk jasa yang dihasilkan berkualitas sangat baik tetapi akan mengalami kegagalan jika konsumennya tidak tahu bahwa produk tesebut telah tesedia, salah satu cara yang ditempuh adalah melalui strategi promosi.
Menurut Philip Kotler ( 1989 ; 231 ) bahwa “Setidaknya perusahaan mengetahui lima hal dalam menghadapi persaingan yang ada. Yaitu siapa pesaing kita, Bagaimana strategi mereka, Apa kekuatan dan kelemahan mereka dan bagaimana pola reaksi mereka”.
Akibat dari pertambahan produk layanan jasa telekomunikasi tersebut maka muncul berbagai pesaingan antara sesama usaha baik dari sisi harga, pelayanan, maupun pesaing lainnya. Dalam menghadapi persaingan tersebut, perusahaan akan berusaha mempertahankan dan meningkatkan keuntungannya. Dengan tujuan untuk dapat tetap hidup dan tumbuh serta berkembang. Maka tujuan tersebut hanya dapat diraih mulai dari usaha mempertahankan dan meningkatkan tingkat keuntungan atau laba perusahaan, serta tujuan tersebut dapat juga di capai apabila perusahaan mau melakukan strategi pasar yang mantap untuk
dapat menggunakan kesempatan ataupun peluang yang ada dalam pemasaran sehingga posisi atau kedudukan perusahaan dipasar dapat dipertahankan serta ditingkatkan.
Strategi pemasaran pada dasarnya adalah rencana yang menyeluruh, terpadu dan menyatu dibidang pemasaran yang memberikan paduan kegiatan yang akan dijalankan untuk dapat tercapainya tujuan pemasaran suatu perusahaan. Kemudian strategi pemasaran merupakan pendekatan pokok yang digunakan oleh unit bisnis dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan terlebih dahulu, didalamnya tercantum keputusan-keputusan pokok mengenai target pasar, penempatan produk di pasar, bauran dan tingkat biaya pemasaran yang dikeluarkan, ( Philip Kotler 190 ; 20 ). Maka dalam startegi pemasaran dikenal adanya istilah 4P, yaitu Product, Place, Price dan Promotion. Keempat variabel tersebut saling
memiliki keterkaitan yang sangat erat antara satu sama lainnya dan tidak
dapat dipisahkan. Maka dari sisi product, perusahaan akan berusaha
menghasilkan produk yang benar-benar berkualitas agar dapat mencapai keinginan konsumen.
Disisi place, bagaiman perusahaan dapat menentukan tempat yang strategis untuk memasarkan produk tersebut sehingga dapat langsung dilihat dan diketahui oleh konsumen. Dari konteks price, menunjukkan bagaimana perusahaan dapat menentukan harga yang tepat sehingga konsumen dapat membeli produk yang ditawarkan pada akhir dengan melakukan kegiatan promosi perusahaan dapat memperkenalkan produk yang dihasilkan kepada masyarakat pengguna sehingga mendorong konsumen melakukan proses pembelian.
Produk adalah pekerjaan yang cukup penting bagi suatu perusahaan. Hal ini disebabkan karena penentuan harga terhadap sesuatu poduk barang maupun jasa tidak dapat terlepas dari berbagai komponen penting antara lainnya : biaya produk, tingkat keuntungan perusahaan, dan berbagai komponen lainnya seperti daya beli konsumen. Apabila harga daripada suatu barang atau jasa ditetapkan terlalu tinggi maka konsekwensinya barang ataupun jasa tersebut tidak akan terjual selanjutnya perusahaan akan mengalami penurunan omset penjualan. Di dalam dunia bisnis moderen terdapat suatu hukum rimba yang berbunyi demikian : siapa yang lebih kuat, maka dialah yang akan keluar sebagai pemenang, pernyataan seperti ini nampaknya berlaku pula dalam dunia bisnis.
Pemasaran sangat penting dilaksanakan oleh perusahaan dalam memasarkan produk atau jasa. Di dalam teori pemasaran kita mengenal ada empat variable ataupun komponen didalam pemasaan yang terjadi dari harga, produk, distribusi, dan promosi. Di dalam suatu perusahaan dapat menggunakan salah satu dari ke empat komponen di dalam strategi pemasaran perusahaan tersebut.
Apabila strategi penjualan yang diterapkan oleh perusahaan kurang terarah atau tidak mencapai sasaran yang diharapkan, maka perusahaan akan mengalami kerugian dalam proses penjualan, sebaliknya apabila strategi penjualan yang diterapkan oleh perusahaan dapat meyakinkan konsumennya, maka pada akhirnya perusahaan tersebut dapat meningkatkan keuntungan atau labanya yang sangat besar. Dengan demikian penjualan jasa pelayanan telekomunikasi yang dijadikan oleh pelayanan jasa telekomunikasi Kandatel Papua tergantung pada bagaimana kemampuan manajemen perusahaan untuk menggunakan strategi pemasaran yang prima guna memperoleh hasil pemasaran yang unggul.
Mengacu pada latar belakang diatas, maka penulis mencoba mengkaji
dan menuangkan dalam suatu karya ilmiah yang berjudul : “ STRATEGI PENJUALAN JASA NIRKABEL TELEKOMUNIKASI PADA PT. TELKOM KANDATEL PAPUA”.

B. Permasalahan
Mengingat banyaknya bidang usaha yang dimasuki oleh para pengusaha jasa pelayanan terutama telekomunikasi jasa telepon di Papua, maka untuk lebih mempertegas penelitian ini ,konsep strategi pemasaran hanya dibatasi pada strategi penjualan jasa pelayanan telekomunikasi pada PT. Telkom Kandatel Papua dalam rangka menghadapi persaingan yang semakin kompetitif.
Sesuai dengan judul penelitian ini, maka permasalahan yang hendak diteliti dapat dirumuskan sebagai berikut, bagaimana strategi penjualan jasa nirkabel PT. Telkom Papua ?

C. Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan dilakukannya penelitian ini adalah sebagai berikut, untuk mengetahui startegi penjualan jasa nirkabel PT. Telkom Kandatel Papua.


D. Kegunaan Penelitian
Adapun yang menjadi kegunaan dari penelitian ini adalah sebagai
berikut :
1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang akurat dan berguna bagi perusahaan pelayanan jasa telekomunikasi PT. Telkom Kandatel Papua dalam mengambil keputusan Manajemennya bagi strategi pasar yang akan dilakukannya kedepan.
2. Merupakan kesempatan berharga bagi penulis untuk menuangkan pikiran yang diterima dari teori-teori ke dalam praktek yang sesungguhnya, khususnya pengembangan ilmu dalam bidang manajemen pemasaran.
3. Sebagai bahan petimbangan bagi pengembangan penelitian diwaktu yang akan datang.
4. Sebagai wahana memperkaya wawasan ilmiah tentang strategi penjualan dan pelayanan jasa tentunya








BAB II
TINJAUAN PUSTAKAN

A. Pengertian Jasa
Dalam setiap kegiatan transaksi yang terjadi antara penjual dan pembeli, terkadang sulit sekali untuk membedakan barang dan jasa. Hal ini disebabkan karena dalam pembelian produk atau suatu barang, seringkali disertai jasa-jasa yang melengkapi produk tersebut, yang lazim disebut Fitur (future).
Itulah sebabnya Philip Kotler mendefinisikan Jasa sebagai beikut : “Jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Produksinya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan kepemilikan apapun. Poduknya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan pada satu produk fisik”. ( 1997 : 82 ).
Selanjutnya dikemukakan oleh William J. Staton, yang mendefinisikan jasa sebagai berikut : “Jasa adalah kegiatan yang di definisikan secara tersendiri yang pada hakekatnya bersifat tak teraba (Intangible) yang merupakan kebutuhan dan tidak harus terikat pada penjualan produk dan jasa lain ; (1991 : 220).
Charles W. Lamb : jasa memiliki beberapa karakteristik yang unik, yang membedakannya dengan barang-barang ; tidak berwujud (intangibility). Tidak terwujud ; perbedaan dasar antara jasa dan barang adalah karena tidak terwujudnya maka jasa tidak bisa dipegang, dirabah, dilihat, dicicipi, didengar atau dirasakan sebagaimana yang terjadi pada barang. Jasa tidak dapat disimpan dan umumnya mudah tiru.
Dari pengertian tersebut di atas dapat dirumuskan bahwa yang dimaksud dengan jasa telekomunikasi adalah bagaimana memuaskan kebutuhan pelanggan dengan meningkatkan pelayanan dan mutu produk agar dapat memajukan usaha, akan membuahkan tingkat keuntungan pada perusahaan.

B. Konsep Pemasaran Jasa
Kemajuan teknologi yang semakin tinggi pada beberapa dekade terakhir ini mengakibatkan adanya perpindahan pola pikir konsumen yang lebih mengarah pada ha-hal yang besifat praktis dan cepat. Itulah sebabnya sektor jasa yang bergerak di bidang telekomunikasi mendapat tantangan yang sangat berat sebagai akibat dari keinginan konsumen yang berubah-ubah. Hal ini mengakibatkan terjadinya persaingan diantara perusahaan jasa telekomunikasi. Peningkatan teknologi, pelayanan, serta ketepatan waktu dan akurasi penyampaian infomasi menjadi sasaran pencapaian tujuan perusahaan dalam memenuhi keinginan konsumen. Walaupun dilihat laju pertumbuhan pada semua sektor jasa konsumen adalah tidak sama. Hal ini dipengaruhi oleh naiknya tingkat pendapatan konsumen serta gaya hidup dan type konsumsitas konsumen itu sendiri yang dominan cenderung naik, sehingga permintaan akan jasa-jasa tertentu bertambah relatif lebih cepat. Disisi lain berkembangnya sektor-sektor jasa pada beberapa dekade terakhir ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti ;
1. Adanya peningkatan pengaruh sektor jasa.
2. Produk-produk yang dihasilkan dan dibutuhkan semakin kompleks.
3. Adanya peningkatan kompleksitas kehidupan.
4. Petumbuhan penduduk yang semakin meningkat.

C. Strategi Pemasaran Jasa
Bisnis jasa sangat kompleks karena banyak variabel yang mempengaruhinya, seperti sistem internal organisasi , lingkungan fisik, kontak personal, iklan tagihan dan pembayaran, komentar dari mulut ke mulut (ketuk tular), dan sebagainya. Oleh karena itu menurut Gronson yang mengutip pendapat Philip Kotler menyatakan bahwa pemasaran jasa tidak hanya membutuhkan pemasaran eksternal saja tetapi juga interaktif ( Kotler Philip 46 : 90 ).
Pemasaran ekstenal menggambarkan aktifitas normal yang dilakukan oleh perusahaan dalam mempersiapkan produksi, menetapkan harga, melakukan distribusi dan mempromosikan jasa kepada pelanggan. Sedangkan pemasaran internal menggambarkan tugas yang diemban perusahaan dalam rangka melatih dan memotivasi para karyawan agar dapat melayani para pelanggan dengan baik. Pemasaran interaktif menggambarkan interaksi antara pelanggan dan karyawan. Selanjutnya berkaitan dengan strategi pemasaran yang pokok akan berkaitan dengan tiga hal berikut ;
1. Melakukan diversifikasi kompetitif
2. Mengelola kualitas jasa
3. mengelola produktifitas
Hal-hal apa saja yang akan menjadi topik pembahasan dari ketiga hal tersebut di atas, maka selanjutnya akan dibahas satu persatu, sebagai berikut :
1. Melakukan diversifikasi kompetitif
Setiap perusahaan jasa perlu melakukan diversifikasi melalui inovasi yang besifat preventif dalam jangka panjang. Preventif disini maksudnya adalah implementasi sesuai strategi yang baru bagi suatu bisnis tertentu, karena merupakan suatu yang pertama maka dapat menghasilkan ketrampilan atas aset yang merintangi, mencegah atau menghalangi para pesaing untuk melakukan duplikasi atau membuat tandingannya.
Perusahaan jasa dapat mendifersiasi kompetitif dalam penyampaian jasa melalui tiga aspek yang juga dikenal sebagai 3 P dalam pemasaran jasa yaitu ;
a. Orang (people), Perusahaan jasa dapat membedakan dirinya dengan cara merekrut dan melatih karyawan yang lebih mampu dan lebih diandalkan dalam hal berhubungan dengan pelanggan dari pada karyawan pesaing.
b. Lingkungan fisik (physical environment), perusahaan dapat mengembangkan lingkungan fisik yang lebih atraktif.
c. Proses (pocess), perusahaan jasa dapat merancang proses penyampaian jasa yang superior.
2. Mengelola Kualitas Jasa
Cara lain untuk melakukan diversifikasi adalah secara konsisten memberikan kualitas jasa yang lebih baik dari pada pesaing. Hal ini dapat tercapai dengan memenuhi atau bahkan melampaui kualitas yang di harapkan oleh para pelanggan. Kualitas jasa dipengaruhi dua variabel, yaitu jasa yang dirasakan dan jasa yang diharapkan, bahkan jika perlu jasa yang dirasakan lebih baik dari yang diharapkan tentunya. Bila jasa yang dirasakan lebih kecil dari pada yang diharapkan, maka para pealnggan menjadi lebih tidak tertarik lagi pada penyediaan jasa yang besangkutan. Sedangkan apabila justru yang terjadi adalah sebaliknya, maka ada kemungkinan para pelanggan akan menggunakan penyedia jasa itu lagi. Menurut Fandy Tjiptono, mengutip pendapat Berry dkk, merumuskan model kualitas jasa yang menyoroti persyaratan-persyaratan utama untuk memberikan kualitas jasa yang diharapkan. Model ini mengidentifikasi lima Gab yang menyebabkan kegagalan penyampaian jasa ;
a. Gab antara harapan dan persepsi manajemen
Manajemen tidak selalu dapat merasakan apa yang diinginkan para pelanggan secara tepat.
b. Gab antara persepsi manajemen dan spesifikasi kualitas jasa
Mungkin manajemen mampu merasakan secara tepat apa yang di inginkan para pelanggan, akan tetapi pihak manajemen tersebut tidak menyusun suatu standar kinerja tertentu.
c. Gab antara spesifikasi kualitas jasa dan penyampaian jasa
Kadang kala karyawan diharapkan pada standar-standar kualitas yang saling bertentangan, misalnya mereka harus mendengarkan keluhan-keluhan dan masalah yang diharapkan pelanggan, tetapi mereka juga harus melayani pelanggan dengan cepat.
d. Gab antara penyampaian jasa dan komunikasi eksternal
Harapan komunikasi dipengaruhi oleh pernyataan-pernyataan yang dibuat oleh wakil perusahaan dan iklan yang disampaikan kepada khalayak sasaran.
e. Gab antara jasa yang dirasakan dan jasa yang diharapkan
Ini terjadi karena cara yang digunakan konsumen dalam mengukur kinerja perusahaan berbeda dengan cara yang digunakan perusahaan, sehingga konsumen tersebut salah mempersiapkan kualitas jasa yang di terimanya.
3. Mengelola Produktivitas
Ada enam pendekatan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas jasa, yaitu ;
a. Penyediaan jasa bekerja keras atau lebih cekatan dari pada biasanya
b. Meningkatkan kualitas jasa dengan mengurangi sebagian kualitasnya
c. Mengindustrialisasikan jasa tersebut dengan menambah perlengkapan dan melakukan standarisasi produk.
d. Mengurangi atau menggantikan kebutuhan terhadap suatu jasa tersebut dengan jalan menemukan suatu solusi.
e. Merancang jasa yang lebih efektif, memberikan insentif kepada pelanggan untuk melakukan sebagian tugas perusahaan.

D. Arti Pentingnya Strategi Penjualan
Pemasaran moderen menghendaki lebih dari pada pengembangan produk yang baik, menetapkan harga yang bersaing dan memungkinkan dijangkau pelanggan sasaran. Perusahaan juga harus memotivasi karyawan agar mampu berkomunikasi dengan pelanggan yang ada maupun yang potensial. Agar dapat mengambil keputusan secara efektif, perusahaan harus menggunakan karyawan yang mampu berkomunikasi langsung dengan pelanggan atau menggunakan biro iklan untuk menyampaikan pesan-pesan yang efektif kepada pelanggan, spesialisasi pomosi penjualan untuk mendesain program intensif penjualan dan hubungan perusahaan untuk mengembangkan citra perusahaan. Perusahaan harus melatih tenaga penjual agar memilki pengetahuan yang luas.
1. Pentingnya Strategi
Pada dasarnya stategi penjualan merupakan salah satu variabel yang paling penting dalam melaksanakan suatu usaha karena melalui strategi kita dapat mengumpulkan berbagai informasi mengenai strategi apa yang paling cocok dilakukan untuk memenangkan pasar yang semakin bersaing, sebab memberi informasi adalah menghimbau kepada perusahaan dan sebaliknya merupakan satu kontribusi yang sangat bermanfaat bagi perusahaan, karena melalui strategi tersebut tujuan perusahaan dapat tercapai. Perlu di ingat bahwa kegiatan strategi penjualan dilakukan dengan mengeluarkan sejumlah biaya. Jadi strategi penjualan merupakan alat yang digunakan dalam pengambilan keputusan tentang penjualan produk perusahaan.
2. Tujuan Strategi
Tujuan utama dari strategi adalah menginformasi kepada pihak perusahaan dalam pengambilan keputusan tentang strategi apa yang paling tepat di gunakan dalam menawarkan produk-produk perusahaan kepada khalayak ramai dan pelangga sasaran tentang perusahaan.
Tujuan jasa telekomunikasi adalah selain mempunyai fungsi sosial juga adalah untuk mencapai keuntungan semaksimal mungkin.
3. Fungsi Kegiatan Strategi Penjualan
Adapun beberapa fungsi strategi penjualan yaitu mencari media yang paling sesuai dalam menjual dan menyediakan produk atau jasa telekomunikasi kepada konsumen di area Papua ini. Menciptakan suasana pasa yang profesional bagi penggunaan fasilitas telekomunikasi dengan berbagai produknya seefisien mungkin guna memenuhi kepuasan akan layanan jasa telekomunikasi bagi pelanggan dan pemakai jasa tentunya.

E. Pemasaran dan Strategi Pemasaran
1. Pemasaran
Pengertian atau definisi pemasaran dalam perkembangannya telah di definisikan dengan berbagai cara oleh berbagai penulis. Dalam perkembangannya dapat dilihat bahwa defenisi klasik dalam pemasaran membawa orang yakin bahwa pemasaran harus melakukan sesuatu yang berkenaan dengan pemuasan kebutuhan dan keinginan konsumen.
Menurut begawan pemasaran Philip Kotler ( 1989 : 2 ), “Pemasaran adalah kegiatan manusia yang di arahkan pada pemasaran dan kebutuhan dengan melalui proses pertukaran”.
Menurut American Marketing Association : “ pemasaran adalah prestasi dari berbagai kegiatan yang mengukur arus barang-barang dan jasa dari produsen ke konsumen”’
Menurut Mc. Caty ( 1989 : 2 ), “ pemasaran adalah prestasi dari berbagai kegiatan bisnis yang mencari pencapaian sasaran organisasi dengan cara mengantisipasi kebutuhan pelanggan dan klien atau mengatur arus barang atau jasa dan juga pemuas dari produsen ke pelanggan atau klien”.
Menurut Stanton ( 1995 ), sebagaimana yang dikutip oleh Husein Umar
(1997 : 208), mengatakan bahwa harga, hingga mempromosikan dan mendistribusikan barang atau jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli, baik yang aktual maupun potensial.
Dalam pengertian lain, menurut Philip Kotler ( 1994 : 4 ), mengatakan bahwa : Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dengan mana seseorang atau kelompok memperoleh apa yang mereka inginkan melalui penciptaan, pertukaran dan nilai. Itulah sebabnya dalam hal seperti yang sudah dikatakan diatas, dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya defenisi pemasaran meliput konsep-konsep inti : kebutuhan, keinginan dan permintaan, produk, utilitas dan nilai kepuasan, pertukaran transaksi dan hubungan, pasar dan pemasaran.
2. Strategi Pemasaran
Dalam pemasaran, seorang manager harus mematangkan strategi pemasarannya lebih lanjut dan siap untuk mengubahnya sesuai dengan perubahan jaman, strategi menjabarkan rencana permainan untuk mencapai sasaran produk atau pasar, sebagaimana yang dirumuskan oleh Philip Kotler
( 1994 : 93 ), tentang strategi pemasaran mengatakan bahwa : “Strategi pemasaran adalah logika pemasaran berdasakan unit bisnis untuk mencapai sasaran-sasaran pemasarannya”. Staregi pemasaran terjadi dari pengambilan keputusan tentang biaya pemasaran dari perusahaan, bauran pemasaran dan logika pemasaran.
Startegi pemasaran merupakan penyataan eksplisit maupun implisit mengenai bagaimana suatu merek atau lini produk mencapai tujuannya.
(Bennet, 1988).
Sedangkan Tull dan Kahle ( 1990 ) seperti yang dikutip oleh Fandy Tjiptono ( 1997: 6 ), mereferensikan sebagai berikut : “strategi pemasaran sebagai alat fundamental yang diencanakan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan mengembangkan keunggulan bersaing dan berkesinambungan melalui pasar yang dimasuki dan program pemasaran yang digunakan untuk melayani pasar sasaran tersebut”.



F. Pengertian dan Konsep Strategi
Meskipun beberapa perusahaan mempunyai kesamaan dalam pengoperasiannya, tetapi strategi yang ditempuh berbeda-beda. Pada dasarnya strategi ditempuh berdasarkan suatu tujuan. Menurut Basu Swasta DH, MBA
( 1990 : 6 ), dalam pemasaran, staregi yang ditempuh oleh perusahaan terdiri dari tiga tahap yaitu :
1. Memilih konsumen yang ditujui
2. Mengidentifikasikan keinginan mereka
3. Menentukan marketing MIX
Menurut Stoner, Feenam dan Gilberth, Jr ( 1995 ), konsep strategi dapat di defenisikan berdasarkan dua perspektif yang berbeda, yaitu :
1. Dari perspektif apa yang suatu organisasi lakukan (intend to do), dimana strategi didefenisikan sebagai program yang ditentukan untuk mencapai tujuan organisasi dan mengimplementasikan misinya.
2. Dari perspektif apa yang organisasi akhinya melakukan (eventually Does), yang dalam hal ini didefenisikan sebagai pola tanggapan atau respon, organisasi terhadap lingkungannya sepanjang waktu.
Pernyataan strategi secara ekspilsit merupakan kunci keberhasilan dalam menghadapi perubahan dalam lingkungan bisnis.
Di sisi lain, dalam buku manajemen perusahaan modern oleh Basu Swasta DH, MBA dan Iraan, MBA ( 1990 : 69 ), disebut tentang pengertian strategi yaitu suatu rencana yang diutamakan untuk mencapai tujuan. Dimana strategi tersebut dibuat berdasarkan suatu tujuan.

G. Pengertian Pemasaran Strategi
Dengan semakin berkembangnya serta pentingnya pemasaran dalam dunia nyata, dimana dewasa ini persaingan bisnis telah tercapai pada posisi persaingan global, maka diperlukan suatu pendekatan keunggulan persaingan yang mampu memberikan jawaban yang berbobot terhadap penyelesaian masalah dalam dunia bisnis, maka timbullah pemasaran strategi.
Bambang Tri Cahyono, mengatakan bahwa sebenarnya dalam arti luas pemasaran strategi dapat didefenisikan sebagai ilmu yang dikembangkan oleh pakar pemasaran yang mempelajari secara khusus berbagai aspek strategi dari aspek pemasaran.
Dalam arti yang lebih luas , maka pemasaran strategi dapat didefenisikan sebagai ilmu yang mempelajari pemasaran dan strategi melalui analisa, pilihan dan implementasi strategi dalam bisnis dan industri.
Dari defenisi tersebut diatas dapat diketahui adanya hubungan antara pemasaran dan strategi yang dipadukan dalam penggunaannya sebagai salah satu pendekatan dalam upaya pencapaian tujuan yang diharapkan. Itulah sebabnya dalam mengembangkan usaha diperlukan suatu perencanaan strategi yang baik, hal ini disebabkan karena semakin tingginya tingkat persaingan yang sangat kompetitif dalam dunia bisnis. Oleh sebab itu perencanaan harus berorientasi pada usaha yang di kembangkan. Menurut Philip Kotler ( 1994 : 44 ), mengatakan bahwa : “Perencanaan startegi poses manajerial untuk mengembangkan dan keserasian antara tujuan dan peluang pasar yang terus bertambah’. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tujuan perencanaan strategi adalah terus mempertajam bisnis dan poduk yang memuaskan dan lebih dapat meningkatkan pertumbuhan yang seefisien mungkin bagi perusahaan. Sehingga diharapkan perusahaan harus mampu memahami cara yang baik agar perusahaan tersebut dapat menyesuaikan diri.dan menanggapi pertumbuhan pasar yang terus berubah melalui perencanaan strategi yang berorientasi pada pasar.
Menurut Philip Kotler ( 1994 : 65 ), mengatakan bahwa proses perencanaan strategi untuk bisnis terdiri dari beberapa langkah yaitu :
1. Mendefinisikan unit bisnis
2. Menganalisis lingkungan eksternal
3. Menganalisis lingkungan intenal
4. Menganalisis tujuan dan sasaran unit bisnis
5. Mengembangkan strategi bisnis
6. Mengimplementasikan rencana progam
7. Mengumpulkan informasi untuk umpan balik dan melakukan pengendalian.
Dari hal-hal tesebut diatas dapat dijadikan sebagai suatu acuan dan bahan pertimbangan bagi perusahaan tersebut agar mampu meningkatkan usahanya secara lebih terarah sesuai dengan apa yang diharapkan oleh perusahaan tesebut.

H. Pelanggan dan Kepuasan Pelanggan
1. Pelaggan
Dalam membahas konsep pelanggan maka alangkah baiknya kita melihat beberapa pendapat atau kajian dari beberapa pakar. Vincent Gasperz ( 1997 ; 8 ), mengatakan bahwa : “pelanggan adalah semua orang yang menuntut kita (perusahaan) untuk memenuhi suatu standar kualitas tertentu dan karena itu akan memberikan pengaruh pada performance kita (perusahaan)”.
Manajemen dari L.L.Bean, Freeport, maine seperti yang di kutip oleh Vincent Gasperz ( 1998 : 8 ), memberikan beberapa definisi yaitu :
• Pelanggan adalah orang yang tidak tergantung kepada kita , tetapi kitalah yang bergantung padanya.
• Pelanggan adalah orang yang membawa kita pada keinginannya.
Pada dasarnya dikenal tiga macam pelanggan dalam system kualitas modern, yaitu :
1. Pelanggan internal (internal customer), yaitu orang yang berada dalam perusahaan dan memiliki pengaruh pada performance pekerja (perusahaan), antara lain bagian-bagian pembeli produktif, penjualan, pembayaran gaji, rekrutmen dan karyawan.
2. Pelanggan antara (intermediate customer), yaitu mereka yang bertindak atau berperan sebagai perantara, bukan sebagai akhir produk itu.
Misalnya distributor yang mendistibusikan produk-produk itu, agen-agen perjalanan.
3. Pelanggan eksternal (extern customer), pembeli dan pemakai akhir dari suatu poduk yang sering disebut sebagai pelanggan nyata (the real customer). Pelanggan eksternal merupakan pihak yang membayar untuk menggunakan produk yang dihasilkan itu.
2. Kepuasan Pelanggan
Pada dasarnya yang harus dipenuhi oleh suatu perusahaan agar dapat sukses dalam menciptakan dan mempertahankan pelanggan ( Levitt, 1987 ). Dimana persaingan yang ketat menyebabkan setiap perusahaan menempatkan orientasi pada kepuasan pelanggan merupakan tujuan utama.
Sebagaimana pula disebutkan oleh Schanaars ( 1991 ), bahwa pada dasarnya tujuan dari suatu bisnis adalah untuk menciptakan pelanggan merasa puas. Sebab hal tersebut memberikan manfaat keuntungan bagi perusahaan.
Terdapat beberapa definisi kepuasan atau ketidakpuasan yang dapat dijelaskan oleh beberapa pakar antara lain :
• Day (dalam tae dan wilton, 1998), mengatakan bahwa kepuasan atau ketidakpuasan pelanggan adalah respon pelanggan terhadap evaluasi ketidaksesuaian (disconfirmation) yang dirasakan antara harapan sebelumnya (norma kinerja lainnya) dan kinerja aktual poduk yang dirasakan setelah pemakai menggunakannya.
• Wilkie (1990), mendefinisikan sebagai tanggapan emosional pada evaluasi terhadap pelanggan konsumsi atau produk barang dan jasa.
• Engel, at al ( 1990 ), menyatakan kepuasan pelanggan merupakan evaluasi sempurna pembeli dimana alternatif yang dipilih sekurang-kurangnya atau melampaui harapan pelanggan, sedangkan ketidakpuasan timbul apabila hasil atau out come tidak memenuhi harapan.
Dari berbagai definisi tersebut diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pada dasarnya kepuasan pelanggan mencakup perbedaan antara harapan dan kinerja atau hasil yang dirasakan.
Menurut Husein Umar ( 1997 : 239 ), memahami dan menangani harapan berbagai cara dapat dilakukan perusahaan untuk membentuk harapan pelanggan.
Pertama, melalui promosi yang tidak mengecewakan konsumen agar terjadi komunikasi yang terkendali antara perusahaan dan konsumen. Kedua, melalui kinerja penjualan yang lebih profesional.

I. Strategi Kepuasan Pelanggan
Fornell (1992), seperti yang dikutip oleh Fandy Tjiptono ( 1997 : 38 ), menyatakan bahwa pada umumnya suatu perusahaan menerapkan startegi bisnis adalah merupakan kombinasi antara ofensif dan defensive. Strategi ofensif yaitu yang terutama untuk meraih atau memperoleh pelanggan baru sehingga diharapkan dapat meningkatkan pasar, penjualan dan jumlah penjualan.
Sedangkan strategi defensif meliputi usaha mengurangi kemungkinan costumer exit dan dan beralihnya pelanggan ke pasar lain. Strategi ini bertujuan untuk meminimisasi customer atau memaksimalkan customer relations dengan melindungi produk dan pasarnya dari sasaran para pesaing, melalui upaya peningkatan kepuasan pelanggan.
Untuk itu suatu perusahaan mampu untuk memperhatikan kedua strategi ini secara seimbang agar kelangsungan hidup perusahaan dapat terlindungi.
Ada beberapa strategi diharapkan agar yang dapat dipadukan untuk meraih dan meningkatkan kepuasan pelanggan yang dikutip oleh Fandy Tjiptono ( 1997 : 40 ), sebagai berikut :
1. Strategi Pemasaran berupa relationship marketing ( Mckema, 1991 ), strategi dimana transaksi pertukaran antara pembeli dan penjual berkelanjutan tidak berakhir setelah penjualan selesai. Dengan kata lain, dijalin suatu kemitraan secara terus menerus (Jackson, 1985 dalam scnaars : 1991 ), yang pada akhirnya akan menimbulkan kesetiaan pelanggan sehingga terjadi bisnis ulangan (repeat business). Agar relationship marketing dapat diimplementasikan, perlu dibentuk customer data base (Goni, 1992) yaitu daftar nama pelanggan juga hal-hal yang penting seperti frekuensi dan jumlah pembelian, prefensi dan sebagainya yang oleh perusahaan dianggap perlu dibina hubungan jangka panjang mereka, sehingga dengan infomasi tersebut diharapkan perusahaan dapat memuaskan loyalitas pelanggannya sehingga akan terjadi pembelian yang berulang. Begitu pula hubungan baik sangat perlu dibina pemasok bahkan dengan perusahaan pesaing sehingga hasilnya akan lebih efektif. Sebagai salah satu varian dan relationship marketing adalah frekuensi yaitu usaha untuk mengidentifikasikan, memelihara dan meningkatkan hasil dari pelanggan terbaik (best customer) melalui hubungan jangka panjang yang interaktif dan bernilai tambah ( Colloquality dalam Kotler, et al, 1996 ).
2. Strategi Superior Customer Service ( Schaors, 1991 ), yaitu menawarkan pelayanan yang lebih baik dari pesaing. Bentuk-bentuk layanan pelanggan yang mungkin dikembangkan oleh sebuah perusahaan meliputi garansi, jaminan pelatihan dan cara menggunakan produk, konsultasi teknikal, saran-sara untuk pemakaian produktif alternatif, pelanggan mengembalikan atau menukar produk yang tidak memuaskan, penyediaan suku cadang pengganti, pemantauan dan penyesuaian produk untuk memenuhi perubahan pelanggan dan seterusnya (Karts 1994). Sehingga mampu untuk memperoleh manfaat pelayanan yang lebih baik tersebut, yaitu berupa angka pertumbuhan yang cepat dan besarnya laba (gain) yang diperoleh.
3. Strategi Unconditional Guarantees ( Hart, 1988 ), atau exarordinary guarantees ( Hart dalam supiyo, 1993 ). Startegi ini berintikan komitmen untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan yang pada gilirannya yang akan menjadi sumber dinamis penyempurnaan mutu produk atau jasa kinerja perusahaan.
Garansi atau jaminan adalah untuk mengurangi resiko pelanggan sebelum dan sesudah pembelian barang dan atau jasa dan memberikan yang terbaik dan meraih loyalitas pelanggan.

Garansi dapat dibedakan dalam dua bentuk yaitu ;
1. Garansi Internal, yaitu garansi yang dibuat oleh suatu departemen atau devisi kepada pelanggan internalnya memproses lebih lanjut dan setiap
orang dalam peusahaan yang sama dan memanfaatkan hasil atau jasa departemen tersebut. Garansi ini dilandaskan pada komitmen untuk memberikan pelayanan yang baik, tepat waktu, akurat, jujur dan sungguh-sungguh.
2. Garansi Eksternal, Yaitu jaminan yang dibuat oleh perusahaan kepada
para pelanggan eksternal, yakni mereka yang membeli garansi ini
menyangkut service yang unggul dan produk yang handal serta berkualitas tinggi.
Strategi penanganan keluhan yang efisien (Schaas, 1991) penanganan keluhan memberikan peluang untuk mengubah seorang pelanggan produk perusahaan yang tidak puas ( atau bahkan menjadi “pelanggan abadi”) proses penanganan keluhan yang efektif dimulai dari identifikasi dan penentuan sumber masalah yang menyebabkan pelanggan tidak mengeluh dengan proses penyesuaian yang cepat dan tepat.

J. Kerangka Pikir
Dalam mengkonsumsi suatu produk itu berupa barang maupun jasa, tidak dapat kita pungkiri bahwa sebelum membelinya, konsumen cenderung mempertimbangkan harga serta kualitas yang ditetapkan oleh produsen.
Berdasarkan teori-teori yang ada, maka keberhasilan peningkatan pendapatan jasa pelayanan jasa telekomunikasi pada PT. Telkom Kandatel Papua tergantung pada sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki, sasaran dan prasarana pendukung yang memadai. Teori yang dimaksud disini adalah teori system dan penerapan dalam manajemen.
Menurut Philip Kotler ( 1992 : 141 ) bahwa “ Suksesnya kegiatan pemasaran bagi suatu produk tidak hanya tergantung pada kualitas produk yang dihasilkan, service yang baik, distibusi yang cepat, kebijaksanaan yang tepat, akan tergantung pula pemberian hubungan antara produsen dan konsumen yang berkelanjutan “. Dewasa ini pesaingan antara perusahaan jasa semakin ketat, bagi perusahaan yang bergerak dibidang usaha jasa telekomunikasi dengan menawarkan jasa yang sejenisnya. Hal ini memerlukan adanya perencanaan yang tepat dalam penetapan harga yang baik dengan pertimbangan faktor internal ( kekuatan dan kelemahan ) serta faktor eksternal ( Peluang dan ancaman ) yang dihadapi maka suatu perusahaan akan mampu bertahan dalam persaingan usaha dan dapat menguasai pasar serta menarik pelanggan lebih banyak.
Kedua faktor inilah akan menjadi acuan dalam kerangka pemikiran penulis berikut :
Gambar 1
Kerangka Pemikiran











K. Hipotesis
Berdasarkan latar belakang dari masalah di atas, maka penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut, diduga penjualan jasa telekomunikasi pada
PT. Telkom Kandatel Papua di Jayapura menggunakan sistem penetrasi pasar.



BAB III
METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian
Lokasi yang diambil sebagai tempat bagi penelitian ini adalah pada Dinas dan Bagian yang terkait pada Kandatel Jayapura dan juga melakukan konsultasi dengan staf maupun manager terkait di Kandatel Papua di Jayapura pada bulan Maret 2008.

B. Populasi dan Sampel
1. Populasi.
Adalah keseluruhan objek yang terdiri dari manusia yaitu petugas dan pemakai jasa telekomunikasi, benda dan alat serta gejala-gejala, nilai tes akan peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu dalam penelitian. Nawawi ( 1990 : 14 ).
Yang merupakan populasi pokok adalah :
a. Manager sales fixedphone, manajer customer care pada Kandatel Papua dengan Staf yang terus menerus mempromosikan penjualan produk telkom yang sedang ramai di masyarakat seperti telkom flexi. Jasa ini merupakan jasa baru telkom yang diharapkan tetap merebut pasar.
b. Asisten manager plaza dan para petugas service point yang bertugas di plasa telkom guna melayani permintaan akan layanan jasa telkom.
Jadi yang menjadi populasi (objek) penelitian ini adalah seluruh interaksi yang menjadi sumber pendapatan bagi penjualan jasa telekomunikasi di lingkungan PT. Telkom Papua.
2. Sampel.
Adalah sebagian ataupun wakil populasi yang diteliti. Arikunto ( 1986 : 104 ), pendapat lain menyebutkan sample adalah jumlah data maupun fakta yang jumlahnya kurang dari populasi, Gadi ( 1983 : 221 ).
Dari kedua pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah sebagian angka pendapatan dari pemakaian produk jasa telekomunikasi yang telah menghasilkan angka populasi pendapatan jasa telekomunikasi. Telkom flexi adalah merupakan produk baru telkom yang kini diharapkan mampu mempertahankan
pasar dengan beberapa produk andalan seperti fitur dan model layanan
flexi kombo, flexi jumbo, beserta dengan berbagai gimmick yang dimiliki layanan telkom flexi .

C. Jenis dan Sumber Data
1. Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
c. Data kualitatif
Data yang diperoleh dari objek penelitian yang berupa kalimat untuk melengkapi penelitian ini.
d. Data kuantitatif
Data yang diperoleh dari objek penelitian yang berupa angka-angka guna melengkapi penelitian.
2. Sumber Data
a. Data Primer, yaitu pengumpulan data secara langsung dari lapangan atau tempat penelitian. yang diambil merupakan data primer dengan teknik pengambian data berupa :
1. Interview (wawancara), yaitu pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara lisan dan bertatap muka dengan pihak pelayan jasa (petugas) telekomunikasi PT. Telkom Kandatel Papua serta mahasiswa dan masyarakat selaku konsumen ( Pelanggan ).
2. Observasi, yaitu pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan secara langsung terhadap aktivitas perusahaan yang sedang diteliti.
b. Data Sekunder, yaitu yang diperoleh penulis dari beberapa buku yang berkaitan dengan objek penelitian yang dapat berguna bagi referensi sehingga, dapat membantu didalam proses analisa data serta alternatif pemecahan masalah yang dituangkan dalam hasil penelitian serta data-data yang diperoleh dari pihak pelayanan jasa telekomunikasi PT. Telkom Kandatel Papua.


D. Teknik Pengumpulan Data
Nasir ( 1988 : 211 ) mengatakan bahwa teknik pengumpulan data yaitu prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan.
Adapun teknik pengumpulan data yang ditempuh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Observasi. (Pengamatan)
Observasi adalah teknik pengumpulan data dimana penulis mengadakan pengamatan langsung terhadap gejala atau objek yang diteliti ataupun dilakukan dalam situasi buatan harus dilakukan untuk peneliti, Winarno Surachman ( 1972 : 156 ).
Dalam hal ini penulis langsung mengadakan observasi dilokasi penelitian guna memperoleh data yang lengkap dari masalah yang diteliti. Jadi observasi dalam penelitian ini adalah para aktifitasi di lokasi dengan data sekunder yang sangat di butuhkan demi penulisan ini, dimana dapat memberikan informasi berharga untuk kepentingan penulisan ini.
2. Wawancara. (intervieuw).
Wawancara yaitu suatu cara yang digunakan oleh penulis untuk mengadakan interaksi secara langsung berhadapan dengan responden yang bersangkutan pada lokasi tersebut, dengan maksud untuk mengetahui keadaan responden yang sebenarnya sesuai dengan proses, maksud dari tujuan penelitian sehingga dapat menghasilkan informasi dan data selengkapnya.
Wawancara juga adalah usaha pengumpulan informasi dengan mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan, untuk menjawab secara lisan juga. Ciri utama dari wawancara adalah kontak langsung dengan temu muka antara sipencari informasi dengan sumber informasi. Hadari Nawawi
(1993 : 111 ).
3. Studi Pustaka.
Studi kepustakaan adalah literature yang di sediakan, baik berupa buku-buku, majalah ataupun Brosur-brosur untuk memperoleh data sekunder guna melengkapi keseluruhan data sekundernya secara empiris. Singaribuan
( 1982 : 45 ). Studi pustaka dalam penelitian yang penulis gunakan guna melengkapi hasil penelitian di lapangan.

E. Teknik Analisa Data
Dalam menganalisa data penelitian tentang masalah strategi penjualan jasa, teknik analisa yang digunakan adalah teknik analisa SWOT guna mengetahui kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang dihadapi oleh PT. Telkom Kandatel Papua.

F. Definisi Operasional
Agar nantinya tidak memberikan pemahaman yang keliru terhadap penelitian ini, maka penulis menggunakan istilah-istilah dibawah ini yang akan menjadi inti dari penulisan ini, meliputi :
1. Strategi penjualan jasa telekomunikasi merupakan kebijakan yang diambil oleh perusahaan dalam penjualan jasa yang dikenakan kepada pelanggan, dalam hal ini, peserta pelanggan tetap tingkat umum setiap jam dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya agar dapat menempatkan perusahaan dalam posisi yang unggul diantara pesaingnya.
2. Jasa merupakan suatu produk yang diberikan atau ditawarkan oleh pelayanan jasa telekomunikasi PT. Telkom Kandatel Papua berupa sasaran infomasi yang lancar.
3. Diduga PT. Telkom Kandatel Papua telah melaksanakan strategi pemasaran jasa pada produk-produknya yang telah ada namun perlu ditingkatkan lagi pada penetrasi pasar, terutama untuk produk-produk baru yang memiliki kemiripan dan kesamaan dengan produknya pesaing.
4. Pengertian dan definisi penting adalah :
a. Definisi pemasaran. Bahwa pemasaran harus melakukan suatu yang berkenaan dengan pemasaran, kebutuhan dan keinginan konsumen, menurut Mc. Caty (1989 : 2), “pemasaran adalah prestasi dari berbagai kegiatan bisnis yang mencari pencapaian sasaran organisasi dengan cara mengantisipasi kebutuhan pelanggan dan klien atau pengatur arus barang atau jasa dan juga pemuas dari produsen ke pelanggan atau klien”. Maka pemasaran adalah proses sosial dan menagerial dengan mana seseorang atau kelompok memperoleh apa yang mereka inginkan melalui penciptaan, pertukaran dan nilai. Kotler (1994 : 4).
b. Definisi pemasaran jasa yaitu. Suatu obyek yang memiliki karakteristik unik. Permintaannya yang fluktuatif, bersifat intangible dan ferishable serta jasa diproduksi dan dikonsumsi secara simultan atau bersamaan waktunya. Karena usaha mempromosi dan upaya interaktif yang dilakukan antara karywan penjual dengan pelanggan atau pemakai.
c. Strategi pemasaran jasa yang diupayakan oleh pihak PT. Telkom Kandatel Papua meliputi pemasaran pokok yang berkaitan dengan tiga hal:
1. Diversifikasi kompetitif
2. Kelola kualitas jasa secara profesional
3. Kelola produktivitas jasa baru.
Untuk selanjutnya upaya mempertahankan pasar yang sedang dimasuki oleh pesaing sehingga akan menghasilkan pasar yang bertubuh bagi PT. Telkom Kandatel Papua.






BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Sejarah Singkat PT. TELKOM Indonesia
PT. Telekominikasi Indonesia,Tbk atau yang lebih dikenal dengan nama TELKOM adalah suatu badan usaha yang memiliki sejarah panjang. Berawal dari Jawatan (PTT) Post en Telegraaf diense, sebuah perusahaan swasta yang menyelenggarakan jasa-jasa pos dan telekomunikasi yang didirikan dengan Staatsblad No. 52 tahun 1884. Penyelenggaraan telekomunikasi oleh swasta ini diambil alih oleh Pemerintah Hindia Belanda berdasarkan pada Staatblad No. 395 tahun 1906. Sejak itulah berdiri Post, Telegraaf dan Telefoondienst, atau disebut PTT Dienst yang pada tahun 1927 ditetapkan sebagai perusahaan Negara Pemerintah Hindia Belanda.
Jawatan PTT berlangsung sampai dengan dikeluarkannya peraturan pemerintan Republik Indoesia, pengganti undang-undang No. 10 Tahun 1960, yang menetapkan jawatan PTT untuk tetap menjadi perusahaan Negara (PN) Pos dan Telekomunikasi. Dalam perkembangan selanjutnya pemerintan memandang perlu untuk membagi PN Pos dan Telekomunikasi menjadi 2 (dua) Perusahaan Negara yang bediri sendiri, yakni berdasarkan peraturan pemerintah Republik Indonesia No. 29 tahun 1965 dibentuk PN Pos dengan peraturan Pemerintah No. 30 Tahun 1965 di dirikan PN Telekomunikasi.
Kemudian teknologi dan jasa telekomunikasi mendorong pemerintah untuk meningkatkan bentuk perusahaan PN Telekomunikasi menjadi perusahaan umum (Perum). Untuk itu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 1974 resmi berdiri Perusahaan Umum (Perum) Telekomunikasi yang popular dengan sebutan PERUMTEL. Dalam peraturan tersebut Perumtel dinyatakan sebagai penyelenggara telekomunikasi untuk umum, baik hubungan telekomunikasi dalam negeri maupun luar negeri. Pada saat itu hubungan telekomunikasi luar negeri juga diselenggarakan oleh PT. Indonesian Satelite Coorporations (PT. INDOSAT) yang saat ini berstatus Perusahaan asing, bagian dari Amerika serikat Cable & Radio Amerika serikat. Seluruh saham PT. INDOSAT dengan modal asing tersebut, pada akhir tahun 1980 dibeli oleh Negara Republik Indonesia dan selanjutnya dikeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 1990, yang isinya tentang perubahan Peratuan Pemerintah No. 53 Tahun 1980, PERUMTEL ditetapkan sebagai badan usaha milik Negara (BUMN) penyelenggara telekomunikasi Dalam Negeri dan INDOSAT sebagai penyelenggara jasa telekomunikasi Luar Negeri.
Memasuki REPELITA V, Pemerintah merasakan percepatan pembangunan telekomunikasi, karena sebagai infrastruktur diharapkan dapat memacu pembangunan di sektor lainnya. Maka berdasarkan Peraturan pemerintah Nomor 25 Tahun 1991, maka bentuk perusahaan perseroan (PERSERO), sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 9 Tahun 1969, sejak itu bedirilah Perusahaan Perseroan (Persero) Telekomunikasi Indonesia dengan sebutan TELKOM.
Perubahan didalam lingkungan TELKOM, juga terus berlangsung. Seperti perubahan bentuk perusahaan sejak dari jawatan, perusahaan umum, perusahaan perseroan (PESERO), sampai menjadi Perusahaan Public, bahkan secara makro penyelenggaraan yang semula menjadi monopoli pemerintah secara berangsur diberlakukan privatisasi penyelenggaraan telekomunikasi. Kalau ditelaah, perubahan-perubahan tersebut di maksudkan untuk meningkatkan kemampuan perusahaan secara menyeluruh.
Sejak tahun 1993 kompetisi dibidang teknologi jasa telekomunikasi telah dikumandangkan, yaitu dengan diijinkannya beberapa perusahaan swasta masuk untuk berkiprah mengelola teknologi sambungan telepon bergerak seluler (STBS) yang dewasa ini pengaruhnya sangat signifikan dirasakan dan disadari sebagai tantangan perusahaan. Bahkan dengan munculnya surat keputusan MENPARPOSTEL Nomor 39 Tahun 1993 tentang kerja sama penyelenggaraan jasa telekomunikasi berdasarkan PP Nomor 20 Tahun 1994 tentang
pola kepemilikan saham dalam perusahaan yang di dirikan dalam rangka penanaman modal asing. Dan pada akhirnya muncul pula kebijakan perubahan regulasi pasar sektor jasa telekomunikasi, melalui UU nomor 36 Tahun 1999, pemerintah memberlakukan kebijakan Duopoly yaitu dengan memberikan peluang yang sama penyelenggaraan jasa telekomunikasi dalam negeri
maupun internasional, kepada pihak ; PT. TELKOM dan PT. INDOSAT,
yang sebelumnya saling terbatas diantara kedua belah pihak, mengenai area usaha masing-masing.
Prospek penyelenggaraan bisnis jasa telekomunikasi semakin menjanjikan, yang pada gilirannya telah menarik minat swasta bahkan kemudian bermunculan berbagai operator penyelenggara jasa telekomunikasi, dengan disertai pengembangan teknologi yang semakin canggih dalam menjamin kemudahan, kepastian, biaya yang terjangkau serta teknologi tinggi berbasis multimedia yang menyediakan alternative pilihan sesuai trend maupun kebutuhan akselerasi informasi dan komunikasi. Dengan demikian suka atau tidak suka, faktanya telah lengkap bagi PT. TELKOM untuk sepenuhnya memasuki era kompetisi baik dalam negeri maupun ditingkat global.
Sebelum era Globalisasi muncul maka PT. TELKOM untuk sebuah perusahaan operator berkelas dunia yang sangat monopoli dibidang jasa telekomunikasi diseluruh Indonesia, sedang untuk luar negeri dilayani oleh PT. INDOSAT, dengan jasa yang sama pula.
PT. TELKOM telah meraup pendapatan yang cukup gemilang ketika produk layanannya ditawarkan kepada masyarakat diberbagai tempat
baik berskala nasioanal sampai ke daerah pedesaan yang dapat dijangkau oleh jaringan kabel telkom, maka jasa telekomunikasi pun sudah dapat dinikmati disana.
Di Indonesia, seakan tidak mau ketinggalan dengan perkembangan pasar global yang kian maju dan masuk ke pelosok bangsa kita, khususnya pada sektor jasa telekomunikasi boleh dikatakan sangat pesat, yang mana perkembangan tesebut sudah merupakan suatu tuntutan dan kebutuhan yang melekat pada pemakai jasa telekomunikasi yang haus dan sangat haus akan nformasi global yang ditawarkan melalui fasilitas-fasilitas pertelekomunikasian yang begitu canggih, dengan mendekatkan kita kepada dunia yang selama ini luas dan jauh dari jangkauan konsumen kita.
Dengan tawaran jasa telekomunikasi yang begitu melompat, yang dikarenakan segala fasilitas telekomunikasi yang sangat mudah serta serba instant inilah, masyarakat luas telah masuk dan ikut bermain disana. Ketika tawaran yang menggiurkan untuk menoreh dunia maya di bidang pertelekomunikasian ini, maka pebisnis telekomunikasian seperti PT. Telkom dan Telkom Group sudah tidak bisa tinggal diam dan bepangku tangan, namun masing-masing pengelola telekomunikasian dengan batasan jasa masing-masing segera membenahi
diri untuk menjemput pemakai jasa yang sudah ada di pasar. Maka dari
pelayanan yang serba dimodernisasikan, diharapkan akan menciptakan ladang yang akan menghasilkan pendapatan yang tinggi bagi kinerja perusahaan itu sendiri.
Dari sektor jasa ini maka PT. TELKOM dapat memperoleh revenue yang luar biasa besarnya bagi negara.
Ketika berubah status menjadi perseroan (PT. Telkom, Tbk) lagi naik daun dengan aneka produknya dan layanan yang beragam serta memperoleh keuntungan dari usaha besar ini, membuat mata investor sejenispun ikut
melirik bisnis yang satu ini. Alhasil datangnya U.U pemerintah Indonesia
nomor 8 Tahun 1989, tentang pertelekomunikasian Indonesia yang telah mengikutsertakan pihak swasta dalam penyelenggaraan pertelekomunikasian
di Indonesia.
Kondisi PT. Telkom dibangun dengan kemampuan manajemen korporat yang pernah meraih sukses sebagai perusahaan terbaik dalam negeri maupun di tingkat internasional telah memberi pengalaman yang bemanfaat dalam memenejemensi akan strategi bisnis perusahaan dari tingkat pusat hingga berbagai daerah di Indonesia, termasuk di lingkungan Kandatel Papua. Maka untuk mampu menempatkan diri sebagai pemimpin bisnis jasa telekomunikasi, manajemen korporat telah melakukan rembukan yang menyatukan hati, merajut pikiran
serta menyelaraskan langkah untuk melaksanakan tindakan-tindakan efektif
dalam mengahadapi tantangan apapun yang sedang maupun akan di hadapi,
yang kemudian di manifestasikan dalam keputusan direksi PT. Telkom
nomor KD. 05/PR 180/CTG/2005 tentang Etika Bisnis PT. Telkom.
Implementasi keputusan direksi PT. Telkom tersebut diatas sepenuhnya mencerminkan perilaku budaya perusahaan, disamping pelaksanaan berbagai strategi peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia melalui program pendidikan dan pelatihan dibidang pelayanan pelanggan pada khususnya. Kebijakan manajemen korporat itu juga merupakan alat dan tujuan memotivasikan keseluruhan sumber daya yang dimiliki perusahaan untuk mengelola dengan
baik berbagai faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen untuk memperoleh harapan kepuasan, sekaligus meningkatkan pendapatan dan memberi kontribusi bagi perusahaan, dalam penyelenggaraan system pelayanan jasa telekomunikasi di daerah termasuk khususnya di Kandatel Papua.

B. Visi dan Misi Korporat
Dalam menjalankan usahanya PT. TELKOM selalu berpedoman pada Visi dan Misi perusahaan yang telah ditetapkan oleh perusahaan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Maka visi dan misi yang dimaksud adalah sebagai berikut ;
1. Visi
“ Tekad untuk meraih prestasi sebagai operator kelas dunia”.
PT. Telkom terus meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat Indonesia melalui upaya perluasan dan pembaharuan jaringan yang berkelanjutan dan terus berupaya mencari peluang-peluang baru di masa depan melalui pengembangan teknologi dan inovasi untuk mencapai tingkat pertumbuhan yang akan menempatkan PT. Telkom sebagai pemimpin di bidang industi telekomunikasi.
Visi : ‘ To become a leading infocom player in the region’
PT. Telkom berupaya untuk menempatkan diri sebagai perusahaan infocom berpengaruh dikawasan Asia Tenggara, Asia dan akan berlanjut dikawasan Asia Pasifik.

2. Misi
PT. TELKOM menyediakan layanan jasa telekomunikasi dan penyaluran informasi yang berkualitas, lengkap, tepadu dan selalu orientasi untuk memberikan hasil yang terbaik bagi pelanggan, pemilik, pegawai, dan lingkungan perusahaan (stakeholder).
Misi :
a. PT. Telkom menjamin bahwa pelanggan akan mendapatkan pelayanan terbaik, berupa kemudahan, kualitas produk, kualitas jaringan, dengan harga yang kompetitif.
b. PT. Telkom akan mengelola bisnis melalui praktek-praktek terbaik dengan mengoptimalisasikan SDM yang unggul, penggunaan teknologi yang kompetitif, serta membangun kemitraan yang menguntungkan secara timbal balik dan saling mendukung secara sinerjik.
[Visi, Misi dan Sasaran PT. TELKOM KANDATEL PAPUA
Kandatel Papua sebagai salah satu pengelola bisnis jasa telekomunikasi dan informasi di kawasan timur Indonesia menetapkan Visi, Misi dan Sasaran sebagai penggerak dalam pelaksanaan setiap aktivitas pengelolaan dan pengembangan usaha menuju masa depan. Visi, Misi dan Sasaran jangka panjang KANDATEL PAPUA adalah sebagai berikut :
a. VISI
“Menjadi perusahaan penyedia layanan jasa dan jaringan telekomunikasi dan informasi tebaik di Indonesia kawasan timur”.
b. MISI
“Memberikan layanan jasa dan jaringan telekomunikasi dan infomasi yang berkualitas demi kepuasan karyawan, pelanggan dan pemilik perusahaan, serta mendorong petumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Papua.
Dalam Visi dan Misi di atas, KANDATEL PAPUA bertekad untuk menjadi penyelenggara layanan jasa dan jaringan telekomunikasi terbaik di Indonesia kawasan timur.
c. SASARAN
Sesuai dengan Visi dan Misi perusahaan di atas, pengembangan bisnis Kandatel Papua secara kualitatif diarahkan kepada delapan sasaran yang diuraikan berdasarkan empat perspektif balancescore card (BSC) yaitu :
1. Perfektif customer :
- Kepuasan karyawan dan pelanggan.
2. Perfektif Financial :
- Pertumbuhan pendapatan
- Perbaikan operating ratio (OR).
3. Perfektif customer :
- Peningkatan kualitas performansi jaringan
- Peningkatan kualitas performansi jasa
- Sistem informasi terpadu
4. Perfektif Learning and Growth:
- Produktifitas tinggi
- Perusahaan jasa telekomunikasi terbaik di Indonesia kawasan timur.

C. Visi Misi Telkom Papua
Visi PT. TELKOM Kandatel Papua adalah sama dengan Visi PT. TELKOM Indonesia, Tbk, Yaitu : “To Become a Leading Infocom Player in the Region” Hal ini mengandung arti bahwa KANDATEL Papua mendukung penuh TELKOM untuk menjadi pemimpin pasar bisnis infocom di kawasan Asia Tenggara
dan Asia Pasifik, Penjabaran Visis tersebut adalah Senior Leader Vision
yaitu :
“ Menjadi the Best Performance Unit” dengan revenue Rp. O,5 Triliun di tahun 2010”. Senior Leader Vision ini dikenal dengan sebutan Telkom Papua 135. Yang mengandung arti :
1 Tujuan Menjadi The Best Performance Unit dengan revenue Rp. 0,5 triliun ditahun 2010, yang dicapai melalui
3 Strategi, Yaitu : Unit and Friendly, Penetration, Focus on Quality, dengan berlandaskan
5 Spirit (Spirit MATOA), Yaitu :
Menangkan kompetisi.
Agresif dan proaktif
Tingkatkan jiwa korsa
Orientasi pada kepuasan pelanggan
Amankan bisnis dan pantang menyerah.
Selanjutnya untuk mencapai Visi tersebut, KANDATEK Papua menerapkan Misi yaitu : “ Menyediakan Jasa dan Jaminan Telekomunikasi dengan kualitas dan excellent dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Papua”, dengan sebuah semangat yang di tandai dengan YEL-YEL TELKOM PAPUA :
“ TELKOM PAPUA ……………….. PASTI BISA !

D. Struktur Organisasi
Maka untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab pada masing-masing bagian dalam struktur organisasi, maka pembagian tugas sangat diperlukan guna mencapai tujuan perusahaan.
Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pada masing-masing bagian dalam struktur organisasi, maka pembagian tugas sangat diperlukan guna mencapai tujuan perusahaan. Menurut Dexter Kimball, organisasi merupakan bantuan bagi manajemen, hal ini menyangkut kewajiban-kewajiban merancang satuan-satuan organisasi dan pejabat yang harus melakukan pekerjaan, menentukan fungsi-fungsi mereka dan merinci hubungan-hubungan yang ada diantara satuan-satuan dan orang-orang. Organisasi sebagai suatu aktivitas, sesungguhnya adalah cara kerja manajemen. Sedangkan menurut Luther Gullick, organisasi adalah suatu alat untuk saling berhubungan antara satuan-satuan kerja yang memberikan mereka kepada orang-orang yang ditempati dalam struktur wewenang sehingga pekerjaan dapat dikoordinasikan oleh perintah atasan kepada bawahan, yang menjangkau dari puncak sampai ke bawah dari sebuah badan usaha.
Dari kedua pengertian diatas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa organisasi merupakan system yang saling mempengaruhi antar orang dalam kelompok yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Berbicara mengenai struktur organisasi berarti tidak terlepas dari skema atau peta organisasi. Skema organisasi adalah merupakan modal bagi organisasi yang ada dan kondisi yang nyata, dengan melihat skema perusahaan. Organisasi suatu perusahaan maka kita akan memperoleh gambaran-gambaran tentang struktur organisasi suatu perusahaan.
Struktur Organisasi PT. Telkom Kandatel Papua, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa telekomunikasi, maka aktivitas utamanya adalah pelayanan jasa telekomunikasi. Adapun struktur organisasi PT. TELKOM Kandatel Papua ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala Divisi Regional VII Indonesia Timur (PT. Telkom Indonesia timur yang meliputih wilayah Bali Nusa tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua), Nomor : 24/PS.150/RE7-20/98, bulan April 1998.



Gambar 2
STUKTUR ORGANISASI
KANDATEL PAPUA




























Sumber : JOM HR. Area 9 Kandatel Papua, Jayapura Mei 2008
Keterangan Istilah :
GM = General Manager UBC = Unit Billing Colection
JM = Junior Manager. ANEM = Adminstration network
MGR = Manager electonik maintenance.
ASMAN = Assisten Manager. CCAN = Customer Canal Administra
BP = Busines Performance. -tions Networking.
GS = General Support. ANO = Administrations Network.
IS = Infrastructur System. – operations.
HR = Human Resources. VAS = Value adding services.

Adapun tugas dan tanggung jawab sebagaimana terlihat pada struktur oganisasi perusahaan adalah sebagai berikut :
1. KAKANDATEL DAN DEPUTY KAKANDATEL
Kakandatel merupakan unsur pimpinan yang betanggung jawab atas pencapaian sasaran opeasional penyelenggaraan jasa dan pengelolaan perangkat telekomunikasi dalam area geografis yang telah ditentukan, selain itu Kakandatel menangani tugas-tugas yang bersifat strategis yang berorientasi baik keluar maupun ke dalam, dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan tugas unit-unit kerja dibawahnya secara efisien, fektif dan ekonomis.
Deputy Kakandatel merupakan unsur pimpinan yang berperan dan bertangung jawab dengan system operasional.
Dalam cakupan yang lebih luas Kakandatel dan Deputy Kakandatel secara kesatuan bertanggung jawab atas pelaksanaan, pengkoordinasian dan pengintegrasian seluruh kegiatan unit-unit kerja dibawahnya sehingga diperoleh sinergi yang maksimal dalam pencapaian misi tujuan dan rencana kerja divisinya. Untuk memenuhi tanggaung jawab sebagaimana disebutkan diatas, Kakandatel mempunyai fungsi ;
a. Perencanaan dan pengembangan
b. Pengintegasian dan pengawasan pembangunan.
c. Pemasaran dan penjualan.
d. Pengoperasian dan pemeliharaan. (OPHAR)
e. Pengelolaan pelanggan.
f. Pengelolaan keuangan
g. Pengelolaan logistic dan aset.
h. Dll.
2. MANAGER ANO (Administration Network Operation)
Bagian ini merupakan unit kerja jaringan akses yang bertanggung jawab atas penyediaan pengadaan jaringan akses yang berkualitas, kebijakan serta program-program operasi, teknik, pelayanan, pemasaran, pengembangan usaha dan pengendalian kerja jaringan akses Kandatel.
3. MANAGER ANEM
Bagian ini mempunyai fungsi sebagai bagian yang menyusun dan validasi data pelanggan yang eksisting maupun data demand yang akan di riilkan dan juga sebagai unit pembenahan jaringan akses yang terpadu dan bersistem dengan sering meng-up dating data pelanggan dan data master jaringan akses eksisting yang ada.
4. MANAGER CCAN
Mempunyai fungsi tugas melayani pelanggan VIP, yaitu pelanggan korporat yang harus selalu dipelihara dan di jaga baik data pelanggan maupun perbaikan jaringan sampai dengan layanan tanpa tunda sekalipun. Baik pasang baru maupun tingkat kehandalan jaringan akses sampai dengan perangkat maupun terminal yang ada di rumah pelanggan VIP dimaksud sudah perlu untuk selalu melakukan rutine-recovery.
5. MANAGER BCAN.
Mempunyai fungsi tugas melayani pelanggan Bisnis seperti pelanggan pengusaha, perusahaan tingkat menengah serta kontraktor trading, yaitu pelanggan Gold atau Business Customer yang harus selalu dipelihara dan di jaga baik data pelanggan maupun perbaikan jaringan sampai dengan
layanan tanpa tunda sekalipun. Baik pasang baru maupun tingkat kehandalan jaringan akses sampai dengan perangkat maupun terminal yang ada di
rumah pelanggan VIP dimaksud sudah perlu untuk selalu melakukan rutine-recovery.
6. MANAGER SUPORT. ( GS )
Untuk mendukung operasional secara menyeluruh di PT. TELKOM KANDATEL Papua, unit yang paling berperan untuk memberi dukungan operasional yang tinggi adalah unit Support. Dukungan yang senantiasa diberikan meliputi ;
a. Dukungan Financial.
b. Dukungan Perangkat pendukung dan operasional.
c. Pengadaan.
d. Kerja sama dengan pihak eksternal.
e. menjamin dukungan security
f. Pengamanan internal dan eksternal.
g. Kontrak kerja perusahaan.
h. Pengawalan dan pemilikan asset PT. TELKOM Kandatel Papua..
7. MANAGER Business Performsance. ( BP )
Bagian ini juga merupakan unit kerja pendukung yang bertanggung jawab atas perencanaan dan penyediaan dan dukungan data ratio bisnis kepada unit-unit yang lain di lingkungan Kandatel Papua serta perencanaan dan analisa sector bisnis menyangkut kemajuan dan marketing share. Unit ini juga sebagai gudang data analisa kelayakan perkembangan perusahaan secara internal dan eksternal. Sebagai unit support data kebijakan dan system
bisnis bagi pengambilan keputusan ditingkat manajemen PT. TELKOM Kandatel Papua.
8. MANAGER FIXED PHONE
Unit yang satu ini mengurusi Pelanggan yang menggunakan jaringan akses kabel, serta masih tetap berfungsi dan berjalan lancar. Dalam penata layanannya kepada pelanggan Fixedphone, baik itu pasang baru, gangguan sampai dengan apa bila pelanggan fixed melakukan komplain maupun
klaim kepada perusahaan, maka harus di tuntaskan sehingga pelanggan
terasa nyaman dan aman.
9. MANAGE CUSTOMER CARE.
Unit ini mengurusi Pelanggan fixedphone yang menggunakan jaringan akses kabel, maupun wireless yang apa bila pasca pemakaiannya mengalami keterlambatan pembayaran sampai dengan menunggak, maka unit ini
akan behubungan dengan pelanggan telkom guna mengurusi penyelesaian tunggakan rekening pada pelanggan. Pada sisi lain apa bila dengan
terpaksa harus melakukan pemblokiran maupun buka-tutup isoliran telepon pelanggan maka halmana merupakan tindakan pengamanan kepada pelanggan sesuai dengan aturan dan perundangan yang berlaku umum dan akan
berusaha untuk mengamankan pelanggan yang menunggak dengan tindakan dan aturan yang sudah baku bagi semua pihak.
10. MANAGER DATA VAS & Internet
Data VAS adalah unit baru yang melakukan perencanaan dan pelayanan jasa-jasa baru bagi pelanggan sehingga mutu dari produk Telkom
semakin tetap diminati oleh pelanggan. Disamping itu juga dapat menawarkan jasa-jasa baru seperti : Pada pelanggan idle fixedphone di rumah-rumah
pun ditawari dan diinstal jaringan internet TeNi, dan juga Internet pada terminal Flexi, internet berbasis nirkabel seperti Hotspot dan juga Speedy di daerahnya, sehingga layanan kepada pelanggan makin bertambah
dalam mengoleksi jasa-jasa yang di inginkan pelanggan dari PT. TELKOM Kandatel Papua.
11. UNIT INFORMATION SYSTEM (IS)
Unit system dan informatika adalah bagian yang mengurusi system akses komputerisasi serta perangkat keras maupun lunak berupa system komputerisasi di dalam lingkungan PT. TELKOM Kandatel Papua, mulai dari perencanaannya pemasangan perangkat tertentu sampai dengan pemasangan dan instalasinya serta dengan sosialisasi kepada para karyawan yang akan menangani perangkat system dimaksud dan juga aplikasi computer yang dapat diakses langsung oleh pemakai atau user internal maupun juga kepada pelanggan. Unit ini juga memiliki otoritas untuk mengoperasikan jaringan komputerisasi dilingkungan internal yang berteknologi tinggi seperti LAN dan Server computer system. Juga akan melakukan proses pengolahan data produksi pulsa telepon paskah pemakaian oleh pelanggan telkom serta mencetak bukti rekening pemakaian jasa telekomunikasi sehingga proses transaksi pembayaran rekening jasa telkom dapat berjalan lancer sesuai periode-periode tertentu. Dan juga pekerjaan pemeliharaan komputerisasi internal PT.Telkom.



E. Tenaga Kerja. (Sumber Daya Manusia – SDM)
Sebagai suatu faktor pendukung tenaga kerja yang mempunyai kualifikasi atau kemampuan untuk bekerja dapat diperoleh melalui pendidikan formal maupun non formal, pendidikan fomal yaitu : pendidikan yang di ikuti mulai dari SD (sekolah dasar) sampai pada perguruan tinggi (PT), dengan kurikulum yang telah disediakan, sedangkan non formal didapat melalui DIKLAT (sektoral di Telkom), Kusus-kursus maupun pelatihan-pelatihan dalam arti praktek-praktek kerja. Diharapkan dengan berbagai jenis pendidikan yang diikuti para pegawai ataupun tenaga kerja dimaksud dapat memiliki nilai lebih atau nilai tambah.
Masalah tenaga kerja adalah masalah yang tidak dapat dipandang sebelah mata saja, dalam operasional perusahaan untuk menghasilkan produk-produk atau jasa-jasa sangat tergantung darinya. Itulah sebabnya peranan tenaga kerja sangat dibutuhkan. Sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahun dan teknologi (Iptek), dengan penemuan-penemuan alat-alat yang baru dan modern, seperti mesin-mesin, alat-alat elektronik seperti computer dan serbagainya mengakibatkan tenaga kerja atau karyawan (pegawai) pada PT. Telkom Kandatel Papua harus dapat menyesuaikan dengan perkembangan tersebut. Bagaimana canggihnya suatu teknologi tanpa dibarengi oleh kemampuan SDM (sumber daya manusia) yang handal, maka operasional perusahaan tidak akan dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Sesuai dengan Keputusan Direksi KD No. : 69 Tahun 2006, total SDM yang dibutuhkan KANDATEL Papua sebanyak 330 orang. Namun hingga saat ini dari jumlah tersebut baru terisi 235 orang, sehingga occupancy-nya mencapai 71,2 %. Distribusi SDM di Kandatel Papua tersebar di Jayapura sentrum dan 20 Kantor cabang telkom atau Kandatel. Maka komposisi SDM berdasarkan stream pada posisi tahun 2007 adalah ;

Tabel 1
Jumlah karyawan berdasarkan komposisi stream
Posisi Maret 2007

NO STREAM JUMLAH Prosesntase
1 Multi Stream 24 10 %
2 Marketing & Business 68 29 %
3 Telecomuncation Tecnology 104 44 %
4 General 32 13 %
5 Logistic 9 4 %
Sumber : HR 9 PT. TELKOM Kandatel Jayapura, Maret 2007

Berikut ditampilkan komposisi SDM bedasarkan pendidikan yang ada dalam rangka optimalisasi tugas dan tanggung jawab yang diembankan pada karyawan sesuai dengan posisi steam, sebagai berikut ;

Tabel 2
Komposisi SDM berdasarkan Pendidikan
Posisi per Maret 2007.

No Pendidikan Jumlah Prosentase
1 SD 20 8,40
2 SLTP 34 14,29
3 SLTA 95 39,92
4 D 1 21 8,82
5 D 2 1 0,42
6 D 3 18 7,56
7 S 1 45 18,91
8 S 2 4 1,68
Sumber : HR 9 PT. TELKOM Kandatel Jayapura, Maret 2007
Tabel 3
Komposisi SDM Kandatel Papua Berdasarkan Usia
Per Maret 2007

No U s i a Jumlah Prosentase
1 S / D 29 0 0,00
2 30 S / D 35 18 5,61
3 36 S / D 40 106 32,71
4 41 S / D 45 105 31,82
5 46 S / D 50 71 22,12
6 51 S / D 56 22 6,85
Sumber : HR 9 PT. TELKOM Kandatel Papua, Maet 2008.

Tabel-tabel diatas menunjukkan potensi SDM yang berada di lingkungan PT. TELKOM Kandatel Papua telah terkover dengan jelas untuk menunjukkan bahwa komposisi SDM dimaksud telah difungsikan dijajaran operasional sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing dengan target serta tanggung jawab untuk memperoleh pendapatan revenue secara menyeluruh sesuai dengan target perusahaan yang telah dituangkan dalam rencana kerja tahunan.

F. Pembahasan

1. Strategi Penjualan saat ini.
Di dalam sistem pemasaran modern diharapkan bahwa lebih dari pada mengembangkan produk yang baik dan memungkinkan dijangkau pelanggan sasaran. Sistem ataupun kemampuan perusahaan dalam melayani juga
sangat tergantung pada mutu dan jenis produk yang dimiliki perusahaan itu. Di sisi lain, kemampuan sumber daya manusia yang dimiliki oleh
perusahaan sangat memegang peranan penting. Hal ini mengingat bahwa PT. TELKOM sebagai suatu perusahaan jasa telekomunikasi yang dalam perkembangannya menggunakan teknologi komunikasi yang selalu berkembang dan berubah-ubah dari waktu ke waktu, maka kemampuan perusahaan dalam mengoperasikan seluruh fasilitas yang di milikinya
sangat ditentukan oleh kemampuan tenaga terlatih dan terdidik yang dimilikinya.
Mutu produk yang ditawarkan guna memenuhi keinginan pelanggan yang selalu menginginkan ketepatan kecepatan, serta akurat membuat PT. TELKOM harus mempunyai kemampuan membaca tuntutan tersebut. Sudah barang tentu jenis produk serta segmentasi yang menjadi sasaran haruslah cocok agar dapat menciptakan loyalitas pelanggan terhadap produk yang ditawarkannya.
Harga yang terjangkau adalah merupakan suatu keputusan yang sangat hati-hati. Keputusan yang dimaksud disini adalah walaupun PT TELKOM merupakan perusahaan monopoli akan tetapi juga merupakan agen pembangunan sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam melayani masyarakat sehingga dalam kondisi apapun kepentingan dan kemampuan masyarakat sangatlah penting untuk diperhatikan. Itulah sebabnya salah satu bentuk mutu pelayanan prima yang diharapkan oleh masyarakat pengguna jasa telekomunikasi adalah jenis produk yang bermutu serta harga yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
a. Alat Produksi. (ALPRO).
Alat produksi yang ada di Kandatel Papua mencakup POTS dan Wieless (Flexi). Sebagai gambaan tentang alat produksi yang ada di bulan Maret 2008, dapat dilihat pada table di bawah ini;

Tabel 4
Posisi ketersediaan ALPRO
Posisi per Maret 2008

Item Jumlah Keterangan
Sentral Trunk 2 Jayapura & Timika
STO 17
Sentral : Umur sentral antara 8 – 17 tahun
Kap. Terpasang (IS) 88.728
Kap. Operasi (CL) 78,162
Kap. Idle (idle line) 10.566
RTBU AKSES 20.811
B T S
(Base Terminal S………) 11 Jayapura 2, Abepura 1, Sentani 1, Sorong 2, Biak 1, Manokwari 1, Meauke 1, Timika 1, Fak-fak 1
LIS POTS 76.695
LIS Flexi 9.526
Classy 3.329
Tendy 5.922
Home 275
Data Trafic sentral DATEL Papua Maret 2008.
Khusus untuk BTS Flexi, guna lingkup KANDATEL Papua occupancy-nya masih rendah yaitu antara 1,24 %, Hal ini jauh dari ukuran occupansi normal sekitar 70% - 80 %.
b. Target Financial dan Operasional 2008.
1. Target Finacial
Tabel berikut ini adalah target financial KANDATEL Papua yang dibebankan DIVRE VII sebagaimana tertuang dalam RKAP 2008. Target operating revenue tahun 2008 sebesar Rp.189,8 Milyar, dengan EBITDA (tanpa beban SDM) sebesar Rp.168,464 Milyar.
2. Target Operasional
Berikut ini target operasional KANDATEL Papua yang dibebankan DIVRE VII sebagaimana tertuang dalam RKAP tahun 2008;
3. Program Kerja tahun 2008 ke depan yang perlu dikawal.
Dalam rangka untuk mencapai target-target yang telah dibebankan KANDATEL Papua, maka beberapa program kerja telah dijalankan antara lain ;

Tabel 5
Progam kerja Strategi yang perlu dikawal
Tahun 2008

No Progam kerja Unit Ouwner Lokasi Target waktu Keterangan
1 BTRK ANEM Luar JAP Des-08
2 Deployment speedy ANEM & DAVAS Jayapura Carry over 2007
Lok sdh ada TMK
3 Deployment 19 BTS Flexi C.Over ANEM & SFP TW-I 2008 Sdh bangun 11 BTS
di 9 lokasi.
4 Deployment BTS Flexi 2008 ANEM & SFP Des-2008
5 Churn protection melalui customer day CC Papua all Des-2008
6 Pagelaran layanan Hotspot di kota besar di Papua DATA VAS Mwi, FF, Son Des-2008
7 Sales andPromo Flexi SFP Catel Flexi Des-2008
8 Free Additional line untuk TeNi DATA VAS Papua all Des-2008
9 Discount PSB SFP Papua all Des-2008
Data di olah oleh penulis Maret 2008. dari Business Performance Datel Papua

Tabel diatas merupakan pekerjaan yang adalah PR bagi PT. TELKOM KANDATEL Papua guna mempertahankan pendapatan atau revenue yang merupakan target yang dibebankan oleh kantor DIVRE VII di Makassar tahun 2008 ini.
Tabel 6
Produk Telepon Pots (Telepon Rumah)


No Produk Jasa Durasi Jarak Harga (Rp) Ket.
1. LOKAL Menit III 4.250,-
2. SLJJ Menit III 3.220,-
3. SLI Menit - 12.650,-
4. TeNi (jam) - 8.250,-

Tabel 7
Produk Wireless (NIRKABEL)


No Produk Jasa Fitur Harga (Rp) Ket.
1. Telkom FLEXI SMS 12,- Sesama FLEXI
COMBO -
JUMBO -
CALL 49,-
- 22,-
2. TelkomHotspot INTERNET Jam Global (Mendunia)
3. Speedy Prepaid INTERNET
- Time Base
- Personal
- Profesional
- Warnet
- Office Jam dan Paket Fiture

Tabel 8
Produk Kompetitor TELKOMSEL


No Produk Jasa Fitur Harga (Rp) Ket.
1. AS :
- Call
- SMS
Tidak Jelas (Banyak)
- 13,- / detik
- 88,- / detik Sesama Seluler
2. SIMPATI :
- Call
- SMS
Tidak Jelas (Banyak)
- 215,- / detik
- 300,- / detik Coverage Area
Sel - Indonesia
Tabel 9
INDOSAT


No Produk Jasa Fitur Tarif / Harga (Rp) Ket.
1. MENTARI :
- Call
- SMS Tidak Jelas (banyak)
- 321,- / detik
- 70,- / detik Coverage Area
Sel - Indonesia
2. XL : - 0,1,- / detik
3. IM. 3 :
- Call
- SMS
- 401,- / detik
- 0,0000001,- / detik
4. - 3 - 89,- / detik
5. SLI - 008 Rp. I. 32.250,- (USA)
Rp. II. 21.315,- (EURO)

Tarif (Harga)
Dengan hasil atau tarif jasa yang bersaing inilah akan sangat mempengaruhi pasar dan pembeli. Ketika pembeli memutuskan
untuk membeli jasa dengan sejumlah kenyamanannya untuk memenuhi kebutuhan pembeli tetapi seiring dengan keinginan kepemilikan produk suatu barang atau jasa maka harapan kenyamanannya akan bertahan jika penggunaan produk tersebut menunjang harapan pembeli tetapi jika kenyamanannya terusik, maka adalaha suatu langkah baru untuk mencari atau membeli produk lain yang jauh lebih murah dan nyaman serta dapat lebih memuaskan.
Itu sebabnya ketika bauran produk di pasaran bersaing maka pemakai akan berada pada taraf memilih. Hanya produk yang dapat memuaskan hati saja baik dari segi tarif, kemudahan guna dan faedah serta kemasan akan sangat menjadi pilihan konsumen.

2. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penjualan Jasa.
Prospek penjualan jasa telekomunikasi oleh PT. Telkom Kandatel Papua, setelah penulis melakukan penelitian dengan melihat lingkungan internal dan eksternal, maka data-data yang diperoleh merupakan bahan kajian yang sangat penting. Selanjutnya dengan menggunakan alat analisa SWOT, yaitu suatu alat analisa yang digunakan untuk melihat kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dapat mempengaruhi penjualan jasa pada PT. Telkom Kandatel Papua.
a. Analisa Internal Profil PT. TELKOM Kandatel Papua
1. Kekuatan
a. Pelayanan dan Pemasaran Jasa.
- Produk yang ditawarkan merupakan kebutuhan utama masyarakat saat ini.
- Periklanan yang efektif dan terus-menerus.
b. Sumber Daya Manusia.
- Penempatan tugas dan tanggung jawab personil sesuai dengan kualifikasi bidang tugas.
- Pengembangan kemampuan dan ketrampilan karyawan mendapat perhatian dari manajemen perusahaan.
c. Keuangan dan Manajemen.
- Sistem dan prosedur dapat diandalkan sebagai alat pengawasan yang efektif untuk memperkecil penyimpangan biaya, yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi.
- Penggunaan system komputerisasi dalam mendukung proses penyusunan pelaporan terpadu dan pengolahan data guna mendukung system informasi manajemen yang dapat meningkatkan efisiensi dan efktifitas kerja dalam pengambilan keputusan.
- Sistem keja yang teratur dan terarah dengan baik adalah merupakan suatu dukungan dalam menunjang efektiftas kerja.
- Sebagai perusahaan yang pernah monopoli, apabila dilihat dari tingkat keuntungannya sangat menunjang kegiatan lapangan maupun kinerja perusahaan, disamping itu sumber dana opeasional yang berasal dari pusat.
2. Kelemahan
a. Pelayanan dan Pemasaran Jasa.
- Terbatasnya dan lambatnya pembangunan system jaringan telekomunikasi mengakibatkan sebahagian besar permintaan pelanggan baru tidak dapat terlayani segera.
- Masih banyak perangkat telekomunikasi yang rusak karena fandalisme maupun kekurangtahuan pemakai ataupun pelanggan mengakibatkan tingkat pemeliharaan menjadi naik dan tak terkendali.
- Seringnya terjadi kerusakan jaringan pelanggan di lapangan, yang diakibatkan karena penggalian kabel, karena pelebaran jalan raya, penggalian pipa air bahkan penggalian kabel listrik mengakibatkan gangguan sering tinggi sehingga menurunnya pendapatannya pula.
b. Sumber Daya Manusia.
- Produktifitas karyawan belum optimal.
- Disiplin karyawan lapangan juga masih rendah.
- Jumlah dan kualitas tenaga kerja yang belum sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan perusahaan saat ini.

c. Keuangan dan Manajemen.
- Dalam hal-hal tertentu dana untuk kegiatan operasinal masih ditentukan oleh kantor pusat di Jakarta.
- Sebagai agen pembangunan di distrik maupun desa-desa, laju peningkatan pendapatan belum sebanding dengan biaya operasional.
b. Analisa Eksternal Profil PT. TELKOM Kandatel Papua
1. Ancaman
a. Pasar.
- Masuknya jasa telekomunikasi seluler antara lain seperti ; Simpati, Mentari, Halo, dan jasa GSM yang lainnya menyaingi bisnis telekomunikasi pada PT. Telkom di Papua.
- Terbatas dan terlambatnya tambahan pebangunan jaringan akses Periklanan yang efektif dan terus-menerus.
b. Sumber Daya Manusia.
- Penempatan tugas dan tanggung jawab personil sesuai
dengan kualifikasi bidang tugas pada PT. Telkom Kandatel Papua.
c. Teknologi.
- Suku cadang peralatan telekomunikasi terutama pesawat telepon yang tidak tahan terhadap iklim dan perlakuan pengguna juga sangat memprihatinkan.
- Perkembangan teknologi harus di imbangi dengan kemampuan dana dan sumber daya manusia.
d. Sosial Ekonomi dan Budaya.
- Kesadaran masyarakat relatif masih rendah, sehingga
banyak fasilitas telekomunikasi di tempat umum yang
sering rusak, terutama karena tangan-tangan jahil
(fandalisme).
2. Peluang
a. Pasar.
- Dalam kebijakan pemerintah untuk mempercepat pembangunan di kawasan timur Indonesia, akan semakin membuka peluang untuk investasi ke Papua terutama kota-kota besar tertentunya.
- Pemberian status otonomi khusus bagi Provinsi Papua.
- Dimekarkannya Provinsi Papua Barat sebagai provinsi kedua di tanah Papua.
b. Teknologi.
- Sebagaimana laju perkembangan teknologi telekomunikasi telah dimanfaatkan untuk meningkatkan kehandalan pelayanan jasa kepada pelanggan pengguna jasa.
- Pemanfaatan perangkat computer guna mendukung kegiatan operasional dan managerial.
c. Sosial Ekonomi dan Budaya.
- Adanya kesadaran masyarakat yang mau maju tentang
penting jasa dan perkembangan teknologi telekomunikasi dimaksud.
3. Strategi Penjualan jasa PT. TELKOM Kandatel Papua Pada Masa Yang Akan Datang.
Strategi dalam kaitannya dengan penjualan suatu jasa adalah merupakan suatu master plan yang merinci pokok-pokok usaha dalam mencapai tujuan serta cara penggunaan sumber daya untuk memanfaatkan kesempatan, mengatasi kendala-kendala yang dihadapi, melihat peluang yang ada serta mengantisipasi ancaman yang datang baik dari luar maupun dari dalam perusahaan.
Dalam strategi penjualan jasa PT. TELKOM Kandatel Papua, apabila dilihat dari kelemahan yang dimiliki oleh PT. TELKOM Kandatel Papua sebagaimana telah dibahas diatas, maka keterbatasan jaringan akses telekomunikasi yang merupakan kelemahan haruslah diatasi secara perlahan-lahan agar supaya seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan jasa telekomunikasi dapat segera menikmati sesuai dengan yang diinginkan. Selanjutnya perlu juga diadakan koordinasi dengan instansi terkait terutama pihak PLN, PDAM, agar dalam penggalian jaringan listrik maupun pipa air minum agar tidak merusak ataupun mengganggu jaringan telekomunikasi yang sudah ada.
Dari sisi ancaman yang harus dihadapi, dengan masuknya telepon seluler dalam segmen yang sama, maka pelayanan dan kemudahan serta informasi tentang keunggulan produk-produk yang dimilki haruslah merata sampai ke seluruh pelosok masyarakat baik lapisan bawah, menengah dan atas. Hal ini dirasakan sangat mendesak karena trend penggunaan produk jasa telekomunikasi saat ini lebih mengarah pada alat ataupun perangkat telepon yang kecil dan mudah penggunaannya serta mudah untuk dibawah kemana-mana.
Strategi lain yang juga merupakan hal yang berhubungan dengan pemasaran yaitu ;
a. Bidang Pelayanan dan Pemasaran Jasa.
- Agar dapat mengantisipasi masuknya jaringan telepon seluler, maka peningkatan kualitas pelayanan dan penyesuaian harga jual terutama bagi produk-produk yang dapat ditentukan secara local haruslah menjadi perhatian khusus.
b. Bidang Sumber Daya Manusia.
- Melihat kembali tenaga-tenaga kerja (SDM) yang potensial guna di didik menjadi tenaga-tenaga trampil.
- Mengefektifkan pelaksanaan pengawasan melekat terhadap aktifitas tenaga kerja lapangan.
- Segera merobah paradigma pemasaran untuk menjadi penjual yang handal dan melakukan penetrasi-penetrasi lebih dalam ke pihak pelanggan dan pemakai dimana saja yang sudah dapat terjangkau oleh jaringan akses telekomunikasi yang di miliki oleh PT. TELKOM Kandatel Papua saat ini.
- Gebyar pemasaran dan promosi yang lebih gencar lagi, agar pelanggan dan pemakai semakin berminat pada produk sehingga tidak cepat beralih pada segmen pasar lain yang juga ikut berpengaruh dalam bisnis yang sama saat ini, seperti pasar-pasar telekomunikasi seluler yang sudah hadir dalam pasar kita saat dan ikut meraup sebahagian pendapatan pendapatan terbesar dari kita.

BAB V
PENUTUP

A. Simpulan
Dari hasil segala upaya penelitian berupa ujikaji yang telah dilakukan
bagi efektivitas dan produktifitas akan jasa pelayanan yang telah dilakukan
untuk mewujudkan suatu layanan yang berdayaguna bagi pemakai jasa
maupun pelanggan yang ada, maka beberapa hal pokok adalah sebagai
berikut ;
1. Bidang Pelayanan dan Pemasaran Jasa.
a. Agar dapat mengantisipasi masuknya jaringan telepon seluler, maka peningkatan kualitas pelayanan dan penyesuaian harga jual terutama bagi produk-produk yang dapat ditentukan secara local haruslah menjadi perhatian khusus.
b. Layanan jasa telkom lebih focus pada penetrasi pasar pada pelanggan yang masih belum dilayani.
c. Gebyar pemasaan dan promosi yang lebih gencar lagi, agar pelanggan
dan pemakai semakin berminat pada produk Telkom saja, sehingga
tidak cepat beralih pada segmen pasar lain yang juga ikut
berpengaruh dalam bisnis yang sama pada saat ini dan juga peningkatan promosi produk baru, guna mengantisipasi majunya pasar seluler
lainnya.
2. Bidang Sumber Daya Manusia
a. Melihat kembali tenaga-tenaga kerja (SDM) yang potensial guna di didik menjadi tenaga-tenaga trampil.
b. Mengefektifkan pelaksanaan pengawasan melekat terhadap aktifitas tenaga kerja lapangan.
c. Segera merobah paradigma pemasaran untuk menjadi penjual yang handal dan melakukan penetrasi-penetrasi lebih dalam ke pihak pelanggan dan pemakai dimana saja yang sudah dapat terjangkau oleh jaringan akses telekomunikasi yang di miliki oleh PT. TELKOM Kandatel Papua saat ini.

B. Saran
1. Dalam bidang pelayanan dan pemasaran jasa, maka guna mengantisipasi laju penetrasi dari telepon seluler, disarankan kepada pihak Manajemen PT. TELKOM Kandatel Papua agar lebih mengoptimalkan pelayanan kepada konsumen yaitu dengan cara meningkatkan mutu produk yang sudah dimiliki dan secepatnya mempromosikan produk baru yang telah ada.
2. Tenaga kerja yang ada saat ini haruslah di perhatikan dan segera digiring pada pola kompetensi yang tinggi, dengan kebutuhan metode pendidikan dan latihan yang berkesinambungan serta optimalisasi ketrampilan teknik maupun skill.
3. Koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait yang seringkali bermasalah dengan jaringan kabel yang berada di lapangan seperti PT. PLN maupun PDAM, haruslah lebih ditingkatkan agar dalam mengerjakan penggalian jaringan Listrik maupun pipa air minum, tidak saling mengganggu jaringan kabel telkom.
4. Bagian pelayanan dan pemasaran sudah waktunya untuk gebyar pemasarannya lebih di penetrasikan ke lokasi pelanggan maupun pemakai yang masih membutuhkan layanan telkom yang bervariatif dan inovatif.
















DAFTAR PUSTAKA

Anonim, Buku Pedoman Penulisan Skripsi, Fakultas Ekonomi, Jayapura 2000
Basu Swasta DH, SE, MBA, Manajemen Penjualan, Penerbit Bina Rupa Aksara cetakan pertama. Jakarta 1992.

Basu Swasta DH, SE, MBA, Manajemen Penjualan, Edisi 3 BPFE 1998, Yogyakarta.

Fredy Rangkuti, 1997, Riset Pemasaran , Jakarta PT. Gramedia Pustakan Utama.

Fandy Tjiptono, Strategi Pemasaran, Jilid 1, Penerbit Andi Yogyakata, 1997.

Internet, 2000, Survey Pengguna Internet Indonesi, 1999, Internet, Vol. II No. 3
Edisi Mei – Juni 2000, Hal. 12 - 16.

Nongoi Ronald, Menentukan Strategi Pemasaran dalam menghadap persaingan, Penerbit Rajawali Pers, Jakarta, 1996.

Stanton. J Williams & Lamarto Y, Prinsip Pemasaran, Edisi ketujuh, Jilid ke I
Penerbit Erlangga, Jakarta, 1996.

Philip Kotler, Manajemen Pemasaran, Jilid I, PN. Erlangga 1994. Manajemen Marketing, New Yersey 1997 9 th Presentese.

Tjiptono Fandy, Strategi Pemasaran, Andy Offset, Yogyakarta, Edisi ke 2 Hall Inc /Yogyakarta, 1998.

Ramadhan K.H. Sugiarta Abar Yusra, 1994, Dari Monopoli Menuju Kompetisi, 50 Tahun Sejarah dan Kiat Manajemen TELKOM, Jakarta Grasindo, Gramedia Widiasarana Indonesia..

Philip Kotler, 1990, Manajemen Pemasaran, Analisis Perencanaan dan Pengendalian, Jilid 1, Edisi ke-lima, Penerbit Erlangga.

Tjiptono Fandy, Manajemen Jasa, 1996, Andy Offset, Yogyakarta.

Wilson Aubney, Manajemen Pemasaran Jasa, PT. Pustaka ina Pressinaldo, 1992, Jakarta.

Supranto, Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan Termasuk Analisis Tingkat Kepentingan dan Kinerja, Usahawan No. 05, Th. XXVI, 1997, Jakarta.

Crown Dirgantoro, Manajemen Stratejik, konsep, kasus dan Implementasi, 2001, PT. Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta.

Cecep Hidayat, Manajemen Pemasaran, 1998, IPWI, Jakarta.

Ramadhan K.H. Sugiarta Abrar Yusran, Dari Monopoli Menuju Kompetisi, 50 Tahun Sejarah dan Kiat Manajemen TELKOM, Jakarta Grasindo, Gramedia Widiasarana Indonesia.

Rambat Lupiyoadi-A.Hamdani, Manajemen Pemasaran Jasa, Edisi 2, Salemba Empat 2006, Jakarta 12160.

Basu Swasta dan Irawan, 1990, Manajemen Pemasaran Moderen, Yogyakata, Liberty.

Gerald Zaltman dan Melani Wallendorf, 1979, Customer Behaviour : Basic Finding and Management Implication, The United States of America,By John Willy & Sons Inc.

No comments:

Post a Comment